Lombok Post
Kriminal

Ingin Masuk FK Unram, Ditipu Rp 250 Juta

Ilustrasi
Ilustrasi

MATARAM-Polisi mengamankan oknum advokat dan dosen salah satu universitas negeri di Mataram. Keduanya, dengan inisial LS, 53 tahun dan HC, 39 tahun, diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan.

Wadirreskrimum Polda NTB AKBP Nuroddin mengatakan, kasus tersebut berawal dari laporan yang dilakukan Kahan pada 30 Desember 2016 silam. Saat itu, korban melaporkan kepada polisi atas dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan LS dan HC.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi sempat melakukan pemeriksaan terhadap LS dan HC dalam perkara ini. Pemeriksaan tersebut dilakukan saat keduanya berstatus sebagai saksi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Pernah diperiksa di Krimum Polda,a�? kata Nuroddin, kemarin (30/8).

Setelah mendapatkan alat bukti yang cukup, polisi status perkara ke tingkat penyidikan dan menetapkan keduanya sebagai tersangka. Peningkatan status ini dilanjutkan dengan rencana pemeriksaan terhadap LS dan HC sebagai tersangka.

Namun, tiga kali surat panggilan yang dilayangkan, tidak digubris keduanya. Polisi akhirnya mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk LS dan HC. a�?Tiga kali kita panggil sebagai tersangka, tapi tidak pernah hadir,a�? ujarnya.

Selanjutnya, berdasarkan surat penangkapan tersebut, tim opsnal Polda NTB melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya mereka menemukan keberadaan pelaku pertama, yakni LS. Yang bersangkutan ditangkap di rumahnya Sikur, Lombok Timur, pada Kamis (24/8) lalu.

Operasi penangkapan berlanjut hingga Senin (28/8). Sekitar pukul 12.30 Wita, polisi mendapat informasi keberadaan HC yang baru pulang di kediamannya Sandik, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

a�?Kita tangkap keduanya tanpa perlawanan,a�? kata mantan Kapolres Lombok Tengah ini.

Nuroddin menjelaskan, keduanya diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan secara bersama-sama. Modus keduanya, dengan memanfaatkan kondisi korban yangA� berencana memasukkan anaknya ke Fakultas Kedokteran Unram.

LS dan HC lantas menyanggupi dan menjanjikan kepada korban, jika anaknya bisa masuk ke fakultas yang diinginkan. Namun, untuk memuluskan keinginan tersebut, korban diminta mengeluarkan uang sebesar Rp 250 juta.

Apes bagi Kahan. Setelah mengeluarkan ratusan juga, anaknya justru tidak lulus Fakultas Kedokteran Unram. Bukannya berhenti, pelaku kembali menawarkan hal serupa. Tetapi kali ini mereka menjanjikan untuk memasukkan anak korban ke Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba).

Lagi-lagi, pelaku meminta uang kepada korban. Nilainya kali ini mencapai Rp 300 juta. Setelah ditunggu, anak Kahan kembali tidak lulus, seperti yang dijanjikan pelaku.

a�?Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sekarang juga sudah ditahan,a�? kata Nuroddin.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa kuitansi penyerahan uang yang diberikan korban kepada pelaku. Dan, satu surat pernyataan yang dibuat pelaku kepada korban.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost