Lombok Post
Giri Menang Headline

TNI Cegah Penyalahgunaan Tramadol

PERTEMUAN: Pasi Intel Kodim 1606/Lobar Kapten Inf Anak Agung Gede Rai Budian bersama Kasi Pembiayaan Dikes Lobar Dhiyah Hesti Nurul Huda dan Pihak Bakesbangpol Lobar saat menghadiri Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyrakat (FKDM) di Kantor Bakesbangpol Lobar, kemarin (30/8). DEWI/LOMBOK POST

GIRI MENANG-Peredaran obat penenang jenis tramadol di Lobar cukup mengkhawatirkan. Cukup banyak kasus penyalahgunaan obat tersebut, terutama di kalangan remaja.

Karena itulah, Kodim 1606/Lobar telah mengusut beberapa lokasi yang diduga menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan tramadol. Seperti di wilayah Kecamatan Kediri, Gerung, dan Gunungsari.

a�?Banyak pemuda-pemuda kita yang menyalahgunakannya, karenanya harus kita cegah bersama,a�? ungkap Pasi Intel Kodim 1606/Lobar Kapten Inf Anak Agung Gede Rai Budian usai Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyrakat (FKDM) di Kantor Bakesbangpol Lobar, kemarin (30/8).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dijelaskan, pihaknya bersama pihak desa terus berupaya mengurangi peredaran tramadol di masyarakat. Bahkan, baru-baru ini pihaknya berhasil mengusut dan menangkap pengedar tramadol yang berlokasi di wilayah Gelogor, Kecamatan Kediri.

a�?Pada tanggal 18 Agustus, kita menangkap pengedar tramadol dengan jumlah obat 77 ribu butir,a�? ungkapnya.

Kata dia, tramadol dikategorikan sebagai narkoba jenis baru. Diakui, setiap Bintara Pembina Desa (Babinsa) telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga sekolah terkait efek dari obat penenang tersebut. Namun, masih saja ada para pengguna yang kecanduan dan membeli obat itu.

a�?Karena tidak bisa membeli narkotika, mereka beralih menggunakan tramadol. Ini yang harus kita cegah,a�? jelasnya.

Ditegaskan, TNI akan terus melakukan koordinasi untuk menekan peredaran tramadol. Terkait pemasok, pihaknya akan melakukan penyelidikan. Berdasarkan pengakuan pelaku pengedar yang ditangkap beberapa waktu lalu, diduga peredaran obat terlarang itu melibatkan jaringan yang tersusun rapi.

a�?Karena, antara lokasi pengambilan obat dan penyimpanan ditempatkan pada lokasi yang berbeda,a�? tandas Gede.

Sementara itu, guna menangani para pecandu tramadol, Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar melakukan sejumlah langkah penanganan. Di mana para pengguna yang tak dapat ditanggani puskesmas, akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa.

a�?Itu untuk penanganan pasca terjadinya kasus,a�? terang Kasi Pembiayaan Dikes Lobar Dhiyah Hesti Nurul Huda.

Sedangkan untuk pencegahan, mantan Kasi Farmasi Obat dan Makanan Dikes ini menerangkan, pihaknya melakukan suatu pengawasan maupun pembinaan atas obat-obatan yang beredar. Bahkan, hingga turun ke lapangan mengecek langsung baik itu narkotika hingga obat penenang (tramadol).

a�?Kita mengontrol, karena kami di Dinas Kesehatan hanya melakukan pencegahan agar tidak ada penyalahgunaan,a�? tutupnya. (ewi/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost