Headline Kriminal

Berkas Pungli Pasar Sayang Rampung

MATARAM-Polisi segera melimpahkan berkas perkara dugaan pungutan liar (Pungli) Pasar Sayang-Sayang A�ke kejaksaan. Rencana ini dilakukan setelah rampungnya pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Wakapolres Mataram I Made Baduarsa mengatakan, berkas perkara milik tersangka MU (inisial, Red) sudah hampir rampung. Nantinya penyidik akan menindaklanjuti dengan melakukan pelimpahan tahap I kepada jaksa peneliti Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram.

a�?Berkas sudah mau jadi,a�? kata Baduarsa yang juga ketua tim Saber Pungli Polres Mataram, kemarin (1/9).

Menurut Baduarsa, unsur perbuatan pungli yang dilakukan MU sudah sangat jelas. Karena itu, penyidik juga langsung melakukan penahan terhadap yang bersangkutan setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada akhir Juli lalu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Sudah jelas perbuatannya, karena itu kita tahan berdasarkan bukti yang cukup,a�? ujar dia.

Sebelumnya, Dalam OTT yang dilakukan Senin (31/7) lalu, Tim Saber Pungli Polres Mataram menemukan sejumlah barang bukti. Antara lain, amplop putih bertuliskan salah satu nama pedagang pasar dan berisi uang sebanyak Rp 2,5 juta, tas hitam berisi uang tunai Rp 4,4 juta, serta toples plastik berisi uang sebanyak Rp 309 ribu.

Uang yang ditemukan petugas, diduga kuat merupakan hasil pungutan MU. Hasilnya MU kini dijerat Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baduarsa mengatakan, sangkaan tersebut didasarkan pada peran MU sebagai penyelenggara negara. Dia ditunjuk sebagai Kepala Pasar Sayang-Sayang dengan SK Walikota Mataram sejak Januari 2017.

Sebelumnya usai ditangkap, MU menolak disebut melakukan pungli. Ia uang tersebut berasal dari pedagangA� yang berulangkali meminta tolong kepada dirinya untuk dibuatkan surat izin penempatan (SIP). Surat tersebut menjadi bukti legalitas pedagang menempati lapak di dalam pasar.

a�?Dia sudah bangun lapak tanpa ada izin, sehingga diminta saya untuk membuatkan izin,a�? jelasnya.

Rencananya, setelah menerima uang tersebut, MU akan menindaklanjutinya ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mataram. Nantinya uang tersebut juga akan dialokasikan A�untuk pembuatan saluran pembuangan limbah dari lapak pedagang tersebut.

Tetapi, SIP belum sempat diurus dan uang masih di meja kerjanya karena telah dihitung wakil kepala pasar, tim saber pungli telah lebih dulu menangkap MU.

Karena itu, penangkapan dari tim saber pungli kemarin, pun disebut MU sebagai jebakan. MU menyebut sejumlah oknum yang tidak senang dengan posisinya sebagai kepala pasar.

A�a�?Ada perubahan sistem yang saya lakukan. Nah dari sana kemudian ada oknum yang tidak senang. Padahal perubahan sistem itu membuat pendapatan pemkot bertambah dari retribusi pasar,a�? jelas dia.

Menurut MU, sejak dimulainya perubahan sistem tersebut, telah terjadi gejolak di Pasar Sayang-Sayang. Namun, terlepas dari itu, dia tetap menerima penangkapan yang dilakukan tim saber pungli. a�?Tapi apapun itu, ya silakan. Nanti akan saya klarifikasi,a�?katanya.(dit/r2)

Related posts

Listrik NTB Semakin Kritis

Redaksi Lombok post

VIVO Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Koruptor Bedah Rumah Divonis Rp 5 Tahun

Iklan Lombok Post