Lombok Post
Praya

Wabup Pathul Bahri Klaim Gaji Perangkat Desa Lebih Baik

PENGUKUHAN: Para pengurus dan anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia Lombok Tengah, saat dikukuhkan di Bencingah Alun-alun Tastura, Sabtu (9/9) lalu. dedi/Lombok Post

PRAYA-Saat ini, gaji perangkat desa di Lombok Tengah (Loteng), jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Itu setelah, Alokasi Dana Desa (ADD) setiap tahunnya ditingkatkan, ditambah intervensi pemerintah melalui program dana desa.

a�?Kalau di zaman saya dulu, digaji per tahun,a�? kata Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, Sabtu (9/9) kemarin saat mengukuhkan pengurus dan anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Bencingah Alun-alun Tastura, Praya.

a�?Dulu, saya pernah menjadi perangkat desa, menjadi ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Mertak Tombok,a�? lanjutnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kala itu, beber Pathul jumlah pengurus dan anggotannya ada 11 orang. Gajinya Rp 7,5 juta per tahun untuk 11 orang.

A�a�?Alhamdulillah, kalau sekarang luar biasa,a�? katanya.

Selain itu, tambah Pathul jabatan perangkat desa kala itu, disamakan dengan jabatan Kepala Desa (Kades). Begitu masa jabatan kades berakhir, maka berakhir pula jabatan perangkat desa. Kalau sekarang, para perangkat desanya bisa bertahan sampai 60 tahun.

Atas dasar itulah, pihaknya meminta agar kinerja perangkat desa ditingkatkan lagi. Khususnya, membantu kades dalam mensukseskan pembangunan desa. Perangkat desa adalah pelayan masyarakat, harus melayani bukan dilayani. a�?Ingat itu baik-baik,a�? tegas Pathul dihadapan ratusan PPDI Loteng.

Yang tidak kalah pentingnya, tekan Pathul perangkat desa wajib tunduk dan patuh kepada pemimpinnya, dalam hal ini kades. Perangkat desa harus meminimalisir terjadinya persoalan ditingkat desa. Khususnya, menyangkut pengelolaan anggaran desa. Jangan sampai, kades selalu menjadi korban.

a�?Tolong ini dilaksanakan, demi kebaikan kita bersama,a�? seru Pathul.

Senada dikatakan Sekdes Prabu Lalu Guntur. Ia mengatakan, sejak menjadi perangkat desa, pendapatan per bulannya mengalami peningkatan. a�?Alhamdulillah,a�? kata Plt Kades Prabu tersebut.

Di Desa Prabu saja, Guntur gaji kaur dan kasi saja sebesar Rp 2,2 juta per bulan. Kemudian, staf desa sebesar Rp 1,5 juta per bulan dan Kepala Dusun (Kadus) Rp 1,250 juta per bulan. Pembayaran gaji, diambil dari ADD. Sedangkan, dana desa peruntukannya khusus pembangunan secara fisik.

a�?Total ADD dan dana desa kami tahun ini, sebesar Rp 1,7 miliar lebih. Rp 787 juta diantaranya ADD. Sisanya, dana desa,a�? terangnya.(dss/r2)

 

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost