Lombok Post
Giri Menang Headline

Bahaya !!! Minyak Goreng Bekas Hotel Beredar di Pasaran

Kepala Disperindag Lobar Agus Gunawan

GIRI MENANG-Beredarnya minyak goreng bekas hotel di pasaran meresahkan konsumen. Minyak goreng ini kabarnya banyak dijual ke pedagang gorengan dan usaha panganan lainnya.

Guna meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap hak-hak konsumen ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar memperketat pengawasannya. Mereka turun langsung ke lapangan menemui pihak hotel dan masyarakat.

a�?Kita memiliki jadwal untuk turun ke lapangan minimal dua kali seminggu,a�? kata Kepala Disperindag Lobar Agus Gunawan, kemarin (11/9).

Agus menjelaskan, setelah ditelusuri, ternyata tidak ada kebijakan hotel yang memperjualbelikan minyak goreng bekas ke masyarakat. Tetapi, pihak hotel tak menampik, jika minyak mereka dibeli langsung pihak lain, baik perseorangan maupun perusahaan (CV).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Seandainya ada (kebijakan hotel) langsung ditutup,a�? tegasnya.

a�?Jadi hotel tahu minyak mereka dibeli pihak lain, tetapi tidak mengetahui akan diapakan oleh pihak lain tersebut,a�? jelas Agus.

Selain memantau minyak goreng bekas, Disperindag juga memantau minuman berakohol, makanan kedaluwarsa dan makanan lain yang berpotensi merugikan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disperindag Lobar M Busyairi menyampaikan, pengawasan dilakukan berdasarkan Surat Edaran Gubernur Nomor 510/111/2017 tentang larangan penjualan minyak goreng bekas di Provinsi NTB.

Dari pengawasan tersebut, dinas menyasar delapan hotel besar di kawasan Senggigi. Dari hasil pengawasan itu, pihak hotel menjual minyak goreng bekas untuk perorangan sebesar Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per 18 liter. Sedangkan untuk perusahaan dijual Rp 35 ribu liter per 18 liter.

a�?Dari beberapa hotel, hasil jual minyak itu disalurkan untuk bantuan sosial mereka ke masyarakat,a�? jelasnya.

Selama ini, untuk jual beli minyak bekas tersebut, diakui, perhotelan kurang memperhatikan terkait profil perseorangan atau perusahaan yang membeli. Tapi, dengan adanya surat edaran gubernur tersebut, maka Disperindag meminta pihak hotel untuk membuat surat pernyataan untuk tak lagi menjual minyak bekas ke pihak-pihak yang tak jelas.

a�?Kalau pun dijual, harus jelas profil perseorangan maupun perusahaan (CV) yang membeli, termasuk akan diapakan minyak goreng bekas tersebut,a�? tandas Busyairi. (ewi/r5)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost