Lombok Post
Kriminal

Simpan Narkoba, Oknum PNS Sumbawa Diciduk Polisi

BARANG BUKTI: Kasubdit II Ditresnarkoba Polda NTB AKBP I Komang Satra menunjukkan sabu yang diduga milik ZR, di ruang Subdit II Ditresnarkoba, kemarin (11/9). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di A�Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumbawa dengan inisial ZR ditangkap polisi. Pria 41 tahun ini diduga menyimpan narkotika jenis sabu seberat 55,92 gram.

Kasubdit II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB AKBP I Komang Satra mengatakan, pihaknya telah memantau aktivitas pelaku sejak enam bulan terakhir. ZR diduga kuat sebagai bandar yang kerap mengambil narkotika di Mataram.

“Kita pantau enam bulan dan berhasil ditangkap pada Kamis (7/9) lalu,” kata Satra, kemarin (11/9).

Penangkapan ZR dilakukan tim Subdit II di perumahan Kodya Asri, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Dia ditangkap bersama 9 poket kristal putih berisi sabu dengan berat total 55,92 gram.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Selain sabu, terdapat pula alat hisap lengkap berupa pipet kaca dan bong. “Kita sudah lakukan tes urine terhadap pelaku dan hasilnya positif mengandung zat narkotika,” ujarnya.

Satra mengatakan, pelaku berasal dari Desa Lamenta, Kecamatan Embang, Kabutapen Sumbawa. Kedatangannya ke TKP, diduga untuk mengambil narkotika yang telah dipesannya.

Disinggung apakah sabu tersebut akan dijual kembali ke Sumbawa, Satra mengaku masih melakukan pendalaman. Polisi juga masih menyelidiki apakah pelaku mengedarkan sabu untuk ASN di wilayah Sumbawa.

“Itu masih kita dalami,” kata dia.

Atas kepemilikan sabu tersebut, ZR terancam hukuman lebih dari lima tahun penjara. Dia disangka dengan Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2, dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara itu, ZR rupanya menolak mengakui jika sabu tersebut miliknya. Kata dia, kedatangannya ke Mataram bukan untuk membeli sabu. Melainkan membeli obat-obatan untuk kakaknya.

“Saya mau tebus resep, kakak saya kecelakan,” dalih ZR.

Siapa pemilik sabu tersebut pun tidak diketahuinya. Sebabnya, rumah tempat ia ditangkap, merupakan milik keponakannya.

“Itu rumah keponakannya saya. Sabunya tidak tahu punya siapa,” kata dia.

Terlepas dari itu, ZR mengaku jika dia merupakan pengguna sabu aktif. Dia sudah satu tahun terakhir ini menggunakan sabu.

“Saya pemakai aktif. Satu tahun ini sudah pakai sabu,” pungkasnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Dana BOS Dipakai Untuk Beli Motor

Redaksi LombokPost

Musim Hujan Tiba, 122 Polisi Siaga

Redaksi LombokPost

Bukti Kejahatan 2018 Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Kenali Modus Jambret

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Berkas TPPO Riyadh Kembali Dilimpahkan

Redaksi LombokPost