Lombok Post
Metropolis

Fasion on the Street, Fashion Show Milik Rakyat

LENGGAK LENGGOK: Salah seorang model berjalan diatas catwalk di depan Pendopo Gubernur NTB, Kota Mataram, malam kemarin (14/9). Fashion On The Street ini merupakan salah satu rangkaian Bulan Pesona Lombok Sumbawa. IVAN/ LOMBOK POST

MATARAM-Dalam fashion show bertajuk Fasion on the Street, kain-kain tenun khas Lombok disulap menjadi busana gemerlap nan wah oleh lima desainer ternama Indonesia dan NTB. Karya-karya fashion ini pun mejeng dalam fashion show yang merakyat. Soalnya digelar di jalan raya.

Fashion on the street tersebut digelar tadi malam (14/9). Sebagai fashion show milik rakyat, masyarakat Kota Mataram pun memadati arena sepanjang catwalk yang dibangun di Jalan Pejanggik, tepat di depan kediaman resmi Gubernur NTB. Riuh tepuk tangan pengunjung yang rata-rata perempuan membuat fashion show yang menjadi rangkaian Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017 ini pun begitu semarak dan meriah.

Lima desainer ternama yang memamerkan karyanya adalah Irna Mutiara, Ria Miranda, Epoel Daeng Hasanul, Ida Rohida, dan Farida. Mereka menyulap kain tenun khas Lombok menjadi busana modern nan memikat. Membuat siapapun yang melihatnya, dijamin pasti kepincut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ketua Tim Penggerak PKK NTB Hj Erica Zainul Majdi hadir langsung membuka fashion show ini. Dia mengatakan, ajang tersebut merupakan salah satu cara memperkenalkan kain tenun khas NTB ke kancah internasional.

“Sekarang memang penggunaan kain tenun Lombok kita lihat sudah meningkat,” sebutnya.

Soal fashion show yang digelar di jalan raya, kata Erica bukan tanpa alasan. Identitas kain tenun Lombok yang begitu bermasyarakat menjadi salah satu faktor penting. Sehingga pihaknya memilih tempat yang juga tidak biasa tersebut.

“Kalau Fashion Show di hotel sudah biasa saya rasa. Jadi kita memilih tempat yang benar benar bermasyarakat,” ujar first lady NTB ini.

Selain itu, lanjutnya, dirinya juga ingin mengubah stigma yang sudah kadung melekat selama ini. Bahwa fashion show adalah milik golongan tertentu saja. Penikmatnya pun begitu, golongan tertentu saja.

Dan benar saja. Upaya tersebut berhasil memikat masyarakat yang berjubel menyaksikan fashion show dari dekat. Para tamu undangan yang diundang resmi pun kalah jumlah.

“Kain tenun Lombok ini adalah milik masyarakat. Jadi kita akan persembahkan untuk masyarakat juga. Harganya murah tapi kain ini cantik, ditambah polesan designer,” tandas Erica.

Tidak hanya itu, ia menegaskan, meskipun pada fashion show tersebut ditampilkan model berhijab. Namun, bukan berarti busana busana tersebut diperuntukkan untuk umat muslim saja. “Ini adalah acara untuk masyarakat NTB secara keseluruhan. Tahun depan kita akan selenggarakan dengan kain Sumbawa,” imbuhnya. (van/r8)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost