Lombok Post
Metropolis

PCC Belum Terdeteksi di Kota Mataram

BERBAHAYA : Inilah bentuk tablet obat PPC yang meresahkan warga dan saat ini tengah diantisipasi peredarannya di Kota Mataram. Ist/Lombok Post

MATARAMa��Heboh soal penyalahgunaan obat PCC yang membuat sedikitnya 61 orang di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, harus dirawat di rumah sakit, direspon cepat di Mataram. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram Nur Rachmat mengaku langsung membentuk tim kecil untuk mengendus kemungkinan obat itu beredar di Kota Mataram.

a�?Tim kecil untuk antisipasi kemungkinan peredaran obat ini,a�? Kata Nur.

Kabar baiknya, hingga berita ini diturunkan, Kota Mataram masih aman dari penyalahgunaan obat PCC. Akan tetapi dikatakan Nur, pihaknya tetap memperketat pengawasan. Jangan sampai persoalan tersebut, juga menimpa Kota Mataram.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Sampai saat ini kami belum mendapat laporan ada yang menyalahgunakan obat itu di Mataram,a�? terangnya.

Awalnya banyak yang mengaitkan PCC dengan narkoba jenis Flakka. Tetapi Nur memastikan dalam PCC tidak ada kandungan narkoba. Kasus yang di Kendari, murni penyalahgunaan obat.

a�?Untuk sementara ini bukan narkotik,a�? tegasnya. Akibat yang ditimbulkan antara Flakka dengan PCC memang mirip. Yakni pengguna mengalami kejang-kejang.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Mataram Nengah Suarningsih juga menyampaikan tablet PCC, belum terdeteksi masuk Kota Mataram hingga saat ini. a�?Kami juga berupaya telusuri, syukurnya sampai saat ini belum ada informasi yang menghawatirkan,a�? kata Suarni.

Sejak informasi ini mencuat, pihaknya sudah melakukan pengawasan di berbagai tempat penjualan obat dan apotik. Ia juga memastikan pihaknya terus akan melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan BNN kota dan provinsi.

a�?Ya semoga, tidak sampai masuk ke sini,a�? harapnya.

PCC singkatan dari paracetamol, cafein dan cariprodal. Obat ini biasa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit, atau obat jantung. Mengkonsumsi obat ini harus di bawah izin, resep dan pengawasan dokter. PCC masuk dalam kategori obat daftar G atau obat keras. Pada labelnya obat jenis ini diberi lingkaran merah. (zad/r3)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost