Lombok Post
Selong

Pengelolaan Pariwisata Lotim Dinilai Tidak Profesional

MULAI DIKERJAKAN: Kepala Dinas Pariwisata Lotim H Mohammad Juhad menunjukkan master plan pembangunan Wisata Bahari Labuhan Haji belum lama ini. TONI/LOMBOK POST

SELONG-Lombok Timur (Lotim) memilikiA� banyak potensiA� pariwisata. Sayangnya potensi ini belum dikelola secara optimal. Hal ini terlihat dari masih rendahnya pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

“Mau dijadikan apa pariwisata ini, pihak eksekutif tidak tahu. Lihat saja Desa Adat Limbungan yang sudah menghabiskan anggaran Rp 2,5 miliar. Bagaimana dampaknya dan kontribusinya bagi daerah sekarang kan tidak ada hasil bagi PAD Lotim,” sindiri Ketua Komisi IV DPRD Lotim Lalu Hasan Rahman.

Pemkab Lotim dinilai selalu menebar bahwa Desa Adat Limbungan telah dibangun dengan konsep mendatangkan wisatawan. Faktanya, hingga saat ini belum ada gaung bahwa Limbungan menjadi destinasi yang bisa menarik kedatangan wisatwan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Jangan sampai, dua tahun nanti bangunannya sudah duluan rusak,” jelasnya.

Pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata Lotim dikatakan seharusnya memiliki blue print. Berapa destinasi wisata yang ada di Lotim dan apa saja jenisnya harus didata dengan baik. Selain itu, pejabat yang ditempatkan di Dinas Pariwisata diungkapkan politisi Golkar ini janganlah orang yang tidak memahami tentang pariwisata.

“Sayang Potensi pariwisata Lotim tidak terkonsep. Itulah makanya saya katakan, pariwisata Lotim belum dikelola profesional,” sambungnya.

Salah satu contoh yang menurutnya patut ditiru yakni di Kota Badung. Dimana daerah ini mampu menghasilkan PAD dalam jumlah besarA� dari pariwisata. Pemerintah bersama masyarakat bersinergi terus mendorong pariwisata geliat pariwisata. Bahkan pemerintah punya hotel yang dikelola untuk mendatangkan PAD.

“Ini lihat penginapan yang kita miliki di Sembalun seperti Cemara Siu dan Puri RInjani itu tidak terurus dan tidak dikelola profesional. Sayang sekali potensi ini,” sesalnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lotim H Mohammad Juhad menepis anggapan Pemkab Lotim tak memiliki konsep pariwisata. Menurutnya pihaknya telah melakukan sejumlah pembangunan dan perbaikanA� sarana prasarana pariwisata. Mulai yang ada di wilayah Sembalun, Joben hingga sejumlah pantai. Bahkan, ia menjelaskan saat ini pemerintah tengah melaksanakan proyek wisata bahariA� di Labuhan Haji. “Itu kita bangun agar bisa menjadi salah satu tujuan destinasi wisata. Master plannya sudah dibuat dan saat ini sudah mulai dikerjakan,” terangnya.

A�Kehadiran Wisata Bahari Labuhan Haji ini diyakini akan mendongkrak kunjungan pariwisata Lotim yang kemudian berimbas pada dampak ekonomi kreatif lainnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost