Lombok Post
Metropolis

Erica: Ini Fashion Show Milik Rakyat

IBU GUB JADI MODEL: Ketua Dekranasda NTB Hj Erica Zainul Majdi turut memeragakan busana karya Ria Miranda di atas catwalk pagelaran Fashion On The Street, Kamis malam (13/9). HUMAS FOR LOMBOK POST

MATARAM-Kegembiraan terpancar dari ratusan perempuan NTB yang menyemut di Jalan Pejanggik, depan kediaman resmi Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi, Kamis malam (13/9). Mereka datang dengan pakaian spesial berbahan kain tenun khas Lombok.

Ada yang mengenakan karya desainer lokal. Ada pula yang datang megenakan pakaian kain tenun Lombok kreasi desainer nasional. Namun, mendominasi adalah para perempuan NTB yang mengenakan pakaian kain tenun kreasi sendiri.

Jangan tanya betapa bergembiranya mereka. Aura itu terpancar dari mata yang berbinar, dari wajah yang cemerlang. Sebagian dari mereka tampil berjalan di atas catwalk, lenggak lenggok bak para model. Mereka ambil bagian dalam peragaan busana bertajuk Fasion On The Street. Sebagian lagi datang menjadi saksi mata alias menikmati peragaan busana.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Event Fashion On The Street tersebut diprakarsai Ketua Dekranasda NTB Hj Erica Zainul Majdi. Itu adalah fashion show yang tidak biasa. Sebab, peragaan busana ini telah menyulap jalan raya menjadi catwalk, tempat para model lenggak lenggok.

Dan melihat antusiasme para perempuan NTB yang hadir dalam Fashion On The Street tesebut, tak pelak telah menjadikan pagelaran buasana tersebut tak ubahnya sebagai malam milik perempuan NTB.

Erica menjelaskan, kalau biasanya peragaan busana, apalagi yang melibatkan perancang busana nasional dilakukan di hotel-hotel berbintang atau gedung-gedung mewah. Kali ini Dekranasda NTB sengaja menyelenggarakan fashion show di jalan raya.

Agar mengapa? Agar peragaan busana tidak lagi menjadi acara bagi kalangan tertentu. Melainkan menjadi milik rakyat. Karena hakikatnya kata Erica, busana adalah milik semua orang.

Dengan event tersebut, Dekranasda NTB kata Erica ingin menjadikan tenun dan songket Lombok yang biasanya hanya wajib digunakan pada momen-momen tertentu, menjadi daily wear. Pakaian sehari-hari dengan harga yang terjangkau. Digunakan sehari-hari oleh semua orang.

“Saya yakin, dengan demikian maka tenun dan songket NTB benar-benar dapat maju dan perajinnya menjadi sejahtera,” ujar First Lady NTB ini.

Sedikitnya 100 busana karya perancang busana lokal, yang tak lain adalah para perempuan dari berbagai organisasi perempuan se-NTB serta 3 perancang busana nasional ternama ikut ambil bagian dalam event Fashion On The Street 2017.

Event tersebut digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTB bekerja sama dengan segenap pemangku kepentingan sektor pariwisata NTB.

Fashion Show yang digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan Halal Travel Fair (HTF) 2017 tersebut, dibuka Erica.

Ria Miranda, Irna Mutiara dan Epoel Daeng Hasanung adalah tiga desainer utama yang menampilkan karyanya malam itu. Karya tiga desainer ini begitu tersohor dikenal dan diterima baik oleh masyarakat NTB.

Erica sendiri tampil di catwalk mengenakan busana hasil karya Ria Miranda. Erica tampil anggun dan cantik ke atas panggung didampingi 10 model yang mengenakan pakaian karnaval. Turut mendampinginya dalam peragaan itu, para perancang yang hasil desainnya telah diperagakan oleh para model.

Atas terselenggaranya event ini, Erica bersyukur. Fashion On The Street bisa menjadi medium yang mewadahi para perancang busana untuk menampilkan karyanya yang ia yakini pada gilirannya akan mampu memberikan kontribusi nyata pada kemajuan industri kreatif dan industri pariwisata halal di NTB.

Karya Ibu-Ibu Dharma Wanita, IWAPI, Bhayangkari, Hijabersmom, Ikatan Istri Dokter, PKK dan masih banyak lagi organisasi perempuan lainnya tampil diperagakan langsung oleh yang membuatnya.

a�?MasyaAllah ini bukti antusiasme perempuan NTB pada tenun dan songketnya sendiri. Antusiasme yang harus terus kita rawat dan tumbuh kembangkan,” ujar Erica.

a�?Jika tahun ini, Dekranasda NTB menampilkan tenun Lombok. Maka tahun depan insya Allah kain khas sumbawa yang akan kita angkat,” kata Erica menutup acara. (kus/*/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost