Lombok Post
Headline Tanjung

Penataan Sempadan Pantai Gili Trawangan Lelet

BELUM DITATA: Beberapa wisatawan mancanegara tampak bersantai di sempadan pantai Gili Trawangan, beberapa waktu lalu. Sampai kemarin pascapenertiban, penataan sempadan pantai ini belum juga dimulai. PUJO/LOMBOK POST

TANJUNG-Pascapenertiban sempadan pantai di Gili Trawangan, Pemkab Lombok Utara belum juga melakukan penataan. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan sempadan pantai yang sudah bersih, digunakan lagi oleh pemilik restoran dan hotel.

a�?Kalau bisa pemerintah gerak cepat. Harus segera memikirkan mau dijadikan apa itu sempadan pantai,a�? ujar Ketua Komisi II DPRD Lombok Utara Tusen Lasima, kemarin (18/9).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Menurutnya, pemkab harus bergerak cepat untuk mengantisipasi agar sempadan pantai tidak digunakan lagi oleh pengusaha. Karena jika sudah digunakan dikhawatirkan semua sempadan pantai kembali akan dipenuhi bangunan. Sehingga upaya pemerintah yang sudah baik membersihkan sempadan pantai dari bangunan terkesan sia-sia.

Selepas penertiban, pemkab memang berencana mengubah sempadan pantai Gili Trawangan sebagai akses jalan. Misalnya, untuk pedestrian atau jalur pejalan kaki, jalur sepeda, dan cidomo.

a�?Kita akan segera kumpulkan dinas terkait untuk rapat. Karena di sana selain jalan juga masih dibutuhkan sarana lain seperti MCK (mandi, cuci, dan kakus) atau tempat bilas untuk wisatawan,a�? ungkap Asisten II Setda Lombk Utara Hermanto.

Menurut Hermanto, pada tahun ini pihaknya sedang merancang detail engineering design (DED) terkait rencana pembangunan di sempadan pantai Gili Trawangan. Anggaran yang akan digunakan pun akan menggunakan APBD. a�?Kami sudah kunjungi Gili Trawangan kemarin (Sabtu, Red), hasilnya ini akan kita rapatkan,a�? katanya.

Lebih lanjut, Hermanto mengatakan, untuk saat ini sempadan pantai masih bisa digunakan pengusaha sebagai restoran. Dengan syarat hanya menempatkan meja dan kursi saja. Selain itu meja dan kursi baru boleh digelar pukul 16.00 Wita sampai pukul 00.00 Wita. Selanjutnya meja dan kursi diangkat kembali agar sempadan pantai bisa dinikmati wisatawan saat pagi hingga sore hari.

Selain itu, pengusaha tidak diperbolehkan membangun pagar pembatas di sepanjang kawasan sempadan pantai. Pelaku usaha juga harus menjaga kebersihan, keindahan, dan keamanan kawasan sempadan pantai. a�?Restoran yang ada di sempadan pantai itu juga bayar pajak, tapi tetap edaran dari bupati untuk jam operasional harus dipatuhi,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost