Lombok Post
Headline Praya

PSK Terselubung Lebih Berbahaya

THE MANDALIKA: Suasana pantai Kuta di Desa Kuta, Pujut Lombok Tengah, Jumat (15/9) lalu. Dedi/Lombok Post

PRAYA-Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Lombok Tengah (Loteng), merasa kesulitan menemukan lokasi para pekerja seks komersil (PSK) di kawasan Mandalika, Desa Kuta, Pujut. Karena, lokasinya menyebar dimana-mana, tidak di satu tempat seperti Pasar Beras di Kota Mataram, atau Dolly di Surabaya.

a�?Yang seperti itu, justru mengkhawatirkan. Jadi, perlu kerja sama semua pihak,a�? kata Sekretaris KPA Loteng HL Sabit pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Ia menilai, penyebaran virus HIV/AIDS di objek wisata Pantai Kuta, lebih berpeluang dari pada di pusat perkotaan Praya. Terlebih, para PKS tidak mendiami satu tempat, melainkan berpindah-pindah. Dengan cara, menyewa kos-kosan atau rumah kontrakan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sehingga, menurut Sabit wajar saja aparatur pemerintah desa setempat mulai khawatir. Jika tidak cepat disikapi, maka akan menjadi bom waktu. a�?Saya pun sudah berkali-kali turun ke Kuta,a�? bebernya.

Tujuannya, terang Sabit untuk memberi penyuluhan tentang, bahaya HIV/AIDS, cara menghindarinya dan pemeriksaan kesehatan. Hal itu dilakukan dibeberapa kafe dan kos-kosan, tidak di satu tempat.

A�Potret semacam itu pun, diakuinya membutuhkan waktu, tenaga dan materi besar. Kecuali, mereka memiliki kawasan tersendiri.

a�?Soal ada atau tidaknya PKS eks Dolly, maka harus di antisipasi,a�? ujarnya.

Sebagai gambaran, beber Sabit penyeberan HIV/AIDS di Gumi Tatas Tuhu Trasna sendiri, terus mengalami kenaikan, hingga kini totalnya sebanyak 178 orang terjangkit. a�?Setiap tahunnya, pasti ada saja penderita baru,a�? ujarnya.

Fakta di lapangan, kata Sabit penderita AIDS justru lebih tinggi, dari pada HIV. Penyebabnya, karena mereka terlambat mendapatkan penanganan medis. Kemudian, faktor malu dan takut.

a�?Intinya, risiko tertular dan menularkan harus kita minimalisir. Khususnya, di objek-objek wisata,a�? serunya.

Kekhawatiran Kepala Desa (Kades) Kuta Lalu Badarudin pun, tambahnya tidak boleh dianggap sepele. a�?Apalagi, Desa Kuta menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,a�? sambung Anggota Fraksi PKS DPRD Loteng H Ahmad Supli, terpisah.

Ia tidak ingin, kasus itu justru menyebar ke desa tetangga lainnya, seperti Desa Sukadana, Sengkol atau Desa Rambitan. Sehingga, harus cepat-cepat diatasi. a�?Tolong segera bergerak,a�? seru Anggota Komisi IV DPRD Loteng tersebut.(dss/r2)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost