Lombok Post
Kriminal

Buron Delapan Bulan, Faris Ditembak Polisi

MENDAPAT PERAWATAN: Sejumlah petugas kesehatan di RS Bhayangkara memberi perawatan untuk Faris, kemarin (19/9). Yang bersangkutan ditembak polisi dalam upaya penangkapan dirinya. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Polisi akhirnya menangkap Faris Muhammad, 30 tahun. Pria asal Ampenan ini diduga telah melakukan pencurian sepeda motor. Setelah aksinya, dia juga sempat melarikan diri selama hampir delapan bulan ke Bali.

Dalam aksinya, pelaku memanfaatkan kelengahan dari korban. Faris mengambil motor milikA� tetangganya, Misnah, karena kunci kontaknya masih menempel di motor.

“Kuncinya masih nyangkut, langsung saya bawa pergi,” kata Faris, kemarin (19/9).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Usai membawa kabur motor korban, pelaku langsung menuju seseorang untuk menggadaikan motor tersebut. Hanya saja tidak disebutkan lokasi dan orang tempat ia menggadaikan itu.

“Saya langsung gadai RpA�2.250.000,” ungkap dia.

Dengan uang itu, Faris A�mengaku langsung berangkat menuju Bali. Sambil menundukkan kepalanya, Faris mengatakan, selain menghindari kejaran polisi, di Bali ia bekerja serabutan untuk menyambung hidupnya.

“Uangnya saya pakai berangkat ke Bali, di sana kerja jadi buruh,” kata pria berambut keriting ini.

Hidup selama tujuh bulan di Bali tak membuat dirinya betah. Faris memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Momen kepulangan Faris rupanya telah ditunggu polisi.

“Kita tahu dia kabur ke Bali, akhirnya kita tunggu saja sampai dia pulang,” kata Kapolsek Ampenan Kompol Tauhid.

Benar saja, setelah menunggu lama, tim opsnal Polsek Ampenan mendapat informasi kepulangan Faris. Informan kepolisian juga menyebutkan keberadaan Faris yang tengah menyantap semangkok bakso di sekitar pasar ACC.

Informasi itu ditindaklanjuti petugas dengan upaya penangkapan. Sekitar pukul 00.30 Wita,A� Faris yang tengah makan bakso, mengetahui kedatangan polisi. Dia langsung kabur ketika hendak ditangkap.

“Sudah diberikan tembakan peringatan, tapi tidak digubris. Akhirnya kita tembak kakinya,” kata Tauhid.

Tauhid mengatakan, perbuatan pelaku sudah sangat meresahkan warga sekitar tempat tinggalnya. Ditambah lagi, Faris merupakan residivis yang sempat mendekam di Lapas Mataram selama sembilan bulan di 2014 silam.

“Sudah dua kali melakukan dan sempat dipenjara,” jelas Tauhid.(dit/r2)

Berita Lainnya

Jatanras Ringkus Begal Wisatawan

Redaksi LombokPost

Gerebek Pengedar Sabu, Seorang Pelajar Ditahan

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost