Lombok Post
Headline Metropolis

Pak Tura Syok Dengar Proyek Jambatan Dasan Agung Makan Korban Jiwa

SAKSI: Salah seorang pekerja Junaidi (baju biru) menunjukan pada Polisi di mana ia menemukan mayat Aria, dengan balok kayu, Senin (19/9). Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM-Aria Saputra, bocah malang yang ditemukan tewas di dalam kubangan pondasi jembatan Dasan Agung-Dasan Sari sudah dimakamkan, Senin (18/9) lalu. Namun, hingga kini, penyebab meninggalnya Aria masih misterius. Belum diketahui kenapa bocah berusia lima tahun ini, sampai menghembuskan nafas terakhirnya di pondasi proyek garapan CV. Limbu Indah tersebut.

Seperti diberitakan kemarin, jasad Aria mengeras di kubangan proyek bernilai Rp 2.089 Miliar tersebut. Kedalaman kubangan itu sekitar 3 meter. Di dalamnya dipenuhi lumpur dan batu apung.

Dari analisa sementara, kondisi proyek yang tanpa garis pembatas lah yang membuat bocah Aria terperosok. Namun, hal itu buru-buru dibantah oleh Imran, mandor dalam pengerjaan proyek tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ia mengatakan,pihaknya sebenarnya sudah memasang police line proyek. a�?Dari kemarin kita pasang, tapi ya namanya anak-anak (mereka rusak police line itu),a�? dalih Imran.

Ia menolak disebut lalai dalam bekerja. Hanya saja ia akhirnya mengakui sempat tidak memasang. Hingga pada Senin pagi (18/9), di lubang itu ditemukan mayat bocah asal Dasan Agung tersebut.

a�?Iya (belum di pasang), makanya kita pasang lagi tadi,a�? ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengaku terkejut dengan peristiwa itu. Saat menerima informasi itu, ia bersama sejumlah tim tengah memantau jalannya relokasi pedagang eks Pelabuhan Ampenan.

a�?Terus terang kami kaget. Saya syok,a�? kata Tura.

Ia saat itu langsung mengontak Kabid Bina Marga, sebagai kuasa pengguna anggaran turun ke TKP. Melihat secara rinci dan mengumpulkan kronologi kejadian. Bahkan ia sudah menginstruksikan agar Kabid Bina Marga, Kontraktor, dan Konsultan Pengawas berkunjung ke rumah duka.

a�?Saya minta mereka untuk melakukan silaturahmi, sekaligus memberikan bantuan tali asih,a�? bebernya.

Ia sempat mendengar jika pihak keluarga bisa menerima kejadian itu sebagai bagian dari musibah.

Sementara itu adanya dugaan kelalaian oleh pihak pelaksana, belum bisa dikomentari terlalu jauh oleh Tura. Ia mengaku sempat dapat penjelasan soal police line itu. Hanya saja keterangan yang disampaikan Tura dengan mandor proyek agak berbeda.

a�?Jadi setiap kali bekerja, police line itu dibuka. Tapi kemarin dia lupa pasang lagi. Ya itu sudah (ada kelalaian di sana),a�? jelasnya.

Dengan adanya peristiwa itu Tura sudah menginstruksikan agar pihak pelaksana lebih memperketat lagi rambu-rambu keselamatan kerja di kawasan proyek. Ia tidak ingin kejadian serupa terulang lagi.

a�?Mereka sebenarnya sudah waspada, tapi karena ada kejadian ini, harus lebih diperketat lagi,a�? sesalnya.

Sampai berita ini ditulis, ia mengaku belum ada permintaan dari pihak kepolisian kepadanya untuk memberikan keterangan. a�?Belum ada kontak. Mungkin mereka masih melakukan pemeriksaan,a�? jelasnya.

Sementara terkait nasib pelaksana proyek, Tura mengaku masih harus menunggu hasil evaluasi yang dilakukan kepolisian. Ia tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Jika nanti terbukti secara sah ada unsur kelalaian dalam pelaksanaanya, ia berjanji akan menindak tegas pelaksana.

a�?Kita lihat hasilnya seperti apa nanti, kalau memang terbukti (secara meyakinkan) ya kita ada catatan khusus (black list) kontraktor itu,a�? tandasnya.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengaku prihatin dengan kejadian itu. Mohan awalnya mengaku belum dapat laporan, sampai akhirnya ia membaca sendiri melalui media massa. a�?Ini baru saya lihat di koran,a�? kata Mohan.

Atas kejadian itu, Mohan mengingatkan agar para pihak pelaksana lebih berhati-hati lagi dalam bekerja. Apalagi jika fasilitas itu masih digunakan oleh publik. Sehingga ada kesulitan untuk melakukan sterilisasi lokasi.

a�?Jadi tidak hanya jembatan, tetapi proyek-proyek fisik lain, seperti drainase, trotoar dan lain sebagainya,a�? pesannya.

Jangan sampai hanya karena kelalaian dari pihak pelaksana, lalu rambu-rambu keselamatan dalam pekerjaan diabaikan. a�?Pasang rambu-rambu dengan lengkap, bila perlu tambahkan di sana petugas yang selalu bisa standby menjaga,a�? imbaunya.

Menurutnya, sekecil apapun potensi persoalan, harus diantisipasi. Dan harus menjadi perhatian semua pihak. Tidak hanya warga, tetapi masyarakat yang mengakses langsung fasilitas itu. a�?Kita harus bisa belajar dari kejadian di Dasan Agung ini,a�? tegasnya. (zad)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost