Lombok Post
Headline Metropolis

477 Jamaah Haji Kloter Satu Pulang

BERSYUKUR: Seorang jemaah haji tersungkur melakukan sujud setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok, Praya, Lombok Tengah, beberapa waktu lalu. Kloter pertama kedatangan jemaah haji ini berjumlah 448 orang. IVAN/ LOMBOK POST

MATARAMa��Sebanyak 447 jamaah haji asal Kota Mataram tiba di Asrama Haji Mataram, kemarin (22/9). Mereka sebelumnya mendarat di Bandara Lombok International Airport (LIA) pada pukul 11.25 Wita. Namun, salah seorang jamaah bernama Hj Sri Kuwati kepulangannya harus tertunda lantaran sakit dan masih dirawat di pusat kesehatan Jeddah.

Dari LIA, seluruh jamaah haji dipulangkan menggunakan 10 bus menuju Asrama Haji Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram. Ketika sampai di Asrama Haji, para jamaah ini langsung diterima tim Kemenag NTB dan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Sebelumnya, sempat beredar informasi jika jamaah haji yang pulang ke Tanah Air sebanyak 447 orang. Dua jamaah haji atas nama Hj Sri Kuwati dan H Tasar dikabarkan dirawat di Rumah Sakit Jeddah.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Tapi ternyata H Tasar sudah boleh pulang. Berarti di kloter ini hanya Hj Sri Kuwati yang masih dirawat di Jeddah,a�? kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram H Burhanul Islam.

Menurut Burhanul, jamaah asal Pagutan itu masih dirawat di Center Hospital di Jeddah. Melalui informasi penjaga kloter, Burhanul menyampaikan dalam dua hari terakhir menjelang kepulangan, Kuwati sempat ingin keluar dari rumah sakit.

a�?Tapi beliau drop lagi. Sehingga dimasukkan ke ruangan ICU,a�? imbuhnya.

Ia menjelaskan, Kuwati belum bisa dipulangkan kembali ke Kota Mataram karena terkena high stroke saat di Tanah Suci. a�?Insya Allah, Hj Sri Kuwati dapat kembali ke Mataram pada kloter selanjutnya,a�? tuturnya.

Selain itu menurutnya, ada beberapa jamaah juga yang harus pulang dengan kursi roda. Karena usianya sudah lansia dan mengalami gangguan kesehatan. Tiba di asrama haji, mereka langsung diarahkan ke klinik untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Burhanul menambahkan Sabtu (23/9) hari ini, jamaah atau keluarganya bisa mengambil koper dan zam-zam di Asrama Haji. a�?Nanti saat mereka mengambil koper dan zam-zam harus membawa KTP dan buku hijau sebagai bukti,a�? ungkapnya.

Sementara itu, pemulangan jamaah haji asal Kota Mataram berikutnya akan berlangsung pada tanggal 1 Oktober mendatang. Diperkirakan jamaah yang dipulangkan sebanyak 17 orang. A�a�?Diperkiraan sampai di sini sekitar pukul 23.10 Wita,a�? ungkapnya.

Burhan mengklaim, pelayanan terhadap jamaah pada ibadah haji tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun ada beberapa hal yang diakuinya harus diperbaiki ke depan. Yakni terkait antisipasi terhadap cuaca ekstrim di Tanah Suci.

a�?Cuaca ekstrim ini yang harus kita informasikan jauh-jauh hari pada jamaah calon haji yang akan berangkat tahun depan, agar lebih baik lagi mempersiapkan fisik menjalakan ibadah ke Tanah Suci,a�? ujarnya.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh juga mengakui pelaksanaan ibadah haji tahun ini dinilai lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. a�?Saya juga ikut memonitor seperti apa keadaan jamaah di Tanah Suci,a�? kata Ahyar.

Pelayanan yang baik ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi. Terutama dalam hal penyiapan fisik jamaah saat menghadapi suhu ekstrim. a�?Kita akan terus evaluasi terhadap kekurangan-kekurangan yang terjadi,a�? tegasnya.

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan Lombok Post, jamaah haji yang mengalami penurunan kesehatan setelah melakukan ibadah di Tanah Suci, sebanyak 8 orang. Mereka adalah Marhamah Muhammad Said, Siti Fatimah Dirajab, Aminah Sinalih Samad, Dulahir Ahmad Sinalih, Sapii Putrasih Mahmud, Tasnim Abdurrahim Muhammad Nur, Sarkawi Amid Sidiq, dan Radiah Abdul Jabar.

a�?Sebagian besar jamaah haji yang dirawat jalan disebabkan keletihan karena perjalanan jauh,a�? kata dokter poliklinik Asrama Haji Dr Adi Wira Perdhana. Selain kelelahan ada juga yang mengalami hipertensi, penyempitan syaraf tulang belakang, dan mabuk perjalanan.

Wayan Diantika, Ketua PPIH Bidang Kesehatan menambahkan sebagian besar jamaah yang sakit dikarenakan usia yang telah lanjut. Penyakit bawaan seperti kencing manis, hipertensi, sakit jantung, dan penyakit bawaan lain juga mempengaruhi kondisi jamaah haji.

a�?Tidak ada yang dirawat inap, semua jamaah haji hari ini hanya mendapatkan rawat jalan, dan langsung bisa pulang setelah mendapat perawatan di poliklinik,a�? terang Wayan.

Wayan menambahkan, di kloter pertama, hanya ada satu jamaah haji yang saat ini masih dirawat di Tanah Suci. a�?Selain itu semuanya bisa dipulangkan dalam kondisi baik,a�? ungkapnya.

PPIH Bidang Kesehatan sendiri menyiapkan 50 personel untuk menangani kepulangan jamaah haji. Sebagian besar pemeriksaan difokuskan pada screening.

a�?Sekarang yang kita fokuskan adalah mengamankan kalau ada jamaah haji yang membawa penyakit-penyakit yang bisa menjadi wabah,a�? jelasnya.

Ia mencontohkan seperti flu onta, flu burung, dan penyakit sejenis lainnya. Begitu juga antisipasi kolera yang mewabah di Yaman.

Pihak kesehatan melakukan screening sebanyak tiga kali. Dalam proses ini, jika ada yang mencurigakan, langsung diamankan ke rumah sakit. a�?Itu sudah menjadi tugas kita di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),a�? pungkas Wayan. (zad/cr-tea/cr-tih/r3/r8)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost