Lombok Post
Kriminal

Bawa Kabur Truk, Siswa SD Dipolisikan

INI TRUKNYA: Truk milik Wahyu yang sempat dibawa kabur WA, di Pasar Emot, Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Kamis (21/9). Akibat tindakannya, Wahyu keberatan dan melaporkan WA ke polisi. POLRES LOTENG UNTUK LOMBOK POST

MATARAM-Remaja dengan inisial WA, 13 tahun harus berurusan dengan kepolisian. WA yang masih berstatus pelajar Madrasah Ibtidaiyah ini dituduh telah mencuri A�truk milik Wahyu Adami, di Pasar Emot, Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah (Loteng).

Peristiwa ini bermula ketika korban memarkir truknya di jalan raya, di depan Pasar Emot, sekitar pukul 09.00 Wita, Kamis (21/9). Selanjutnya, korban menuju rumah mertuanya dengan membawa mesin penggilingan kedelai. Jarak rumah mertua korban dengan truk tersebut sekitar 100 meter.

Satu jam berselang, korban mengetahui jika truknya tidak berada di tempat. Dia lantas bergegas untuk menuju TKP. Benar saja, truk dengan nomor polisi DR 8825 SA raib dari tempat parkirnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Selanjutnya, korban berupaya melakukan pengejaran ke arah selatan. Hingga tiba di jalan raya Kampung Tebek, Dusun Kangas Lauk, Desa Kabul, dia melihat truknya melaju pelan. Wahyu kemudian mencegat truk dan didapati WA berada di balik kemudinya.

Ketua Divisi Hukum dan Advokasi LPA NTB Joko Jumadi mengatakan, WA sempat diamankan di Polsek Praya Barat Daya. a�?Setelah dipergoki korban, WA diamankan di kantor polisi,a�? kata Joko Jumadi, kemarin (22/9).

Menindaklanjuti kasus yang menimpa WA, Joko mengatakan jika LPA telah melakukan pendampingan. Ini mengingat usia WA yang masih anak-anak dan masih duduk di bangku sekolah.

a�?Sedang kita lakukan pendampingan ini,a�? ujar dia.

Joko berharap, kasus ini bisa direspons dengan bijak oleh aparat kepolisian. Apalagi dari informasi yang mereka terima, WA tidak ada niat untuk melakukan pencurian.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Loteng AKP Raffles Girsang membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, saat kejadian, kunci kontak truk milik korban diketahui masih berada di dalam truk. Ini kemudian dimanfaatkan WA dengan membawa truk tersebut.

a�?Kuncinya masih tergantung di kontaknya,a�? kata Raffles.

Mengenai motif perbuatannya, lanjut dia, WA mengaku ingin belajar naik mobil. Meski demikian, jajarannya masih melakukan pendalaman dari pengakuan WA.

a�?Motifnya mau belajar naik mobil. Tapi sementara ini kita akan lakukan diversi,a�? tandasnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost