Lombok Post
Metropolis

MCC Mau Diapain ya?

MATARAM-Salah satu aset yang dinilai masih belum maksimal pengelolaannya yakni Mataram Craft Center (MCC). Ruko-ruko bertingkat yang dibangun tahun 2004 lalu dengan anggaran mencapai Rp 3 miliar itu, hingga kini belum berfungsi sesuai yang diinginkan.

Awalnya, MCC diharapkan mampu meraup tambahan pendapatan asli daerah (PAD) dari usaha kerajinan emas, perak dan mutiara. Namun komplek pertokoan tersebut ternyata kalah saing dengan pusat kerajinan lainnya di Kota Mataram, khususnya di Sekarbela.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana turut mengomentari keadaan MCC tersebut. Ia mengaku masih mencari formula yangA� tepat untuk menghidupkan kembali pertokoan mutiara itu.

a�?Kita belum tahu pola apa yangA� akan dilakukan untuk hidupkan MCC kembali,a�? kata Mohan sapaan akrabnya.

Menurut Mohan, MCC mestinya terintegrasi dengan pariwisata. Misalkan saja, dengan menampilkan aktivitas pengolahan emas, mutiara dan perak oleh para perajin setempat.

a�?MCC belum bisa dimaksimalkan sebagai destinasi wisata,a�? terangnya.

Terpisah, salah seorang anggota DPRD Kota Mataram Komisi II Misban Ratmaji mengungkapkan, beberapa tahun lalu dewan menyarankan diadakannya revitalisasi terhadap MCC tersebut. Namun hal ini belum bisa dilakukan karena terkendala anggaran.

Dia mendukung rencananya dijadikannya MCC sebagai kawasan wisata. Caranya dengan menampilkan kegiatan pengolahan kerajinan emas, perak dan mutiara di tempat tersebut. Dia berharap kegiatan ini bakal menarik minat wisatawan yang pada akhirnya dapat menambah angka kunjungan ke MCC.

a�?Semakin banyak wisatawan yang datang, tentu bakal membuat MCC kembali bergeliat,a�? tandasnya.

Politisi PKPI tersebut berharap apapun bentuk MCC nantinya, bisa membangkitkan perekonomian masyarakat Kota Mataram. (cr-tea/r3)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost