Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Kondisi SDN Inpres Lesu Memprihatinkan

RUANG KELAS : Kondisi ruang kelas di SDN Inpres Lesu Desa Raba, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. YETY/ RADAR TAMBORA

BIMA a�� Kondisi SDN Inpres Lesu Desa Raba, Kecamatan Wawo memprihatinkan. Semua tembok ruang kelas terlihat retak dan jendela yang rusak parah. Belum lagi, ada satu ruangan yang atapnya roboh sejak tahun 2014 lalu.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), SDN Inpres Lesu berada di ujung timur Kecamatan Wawo. Perbatasan antara Kecamatan Wawo dengan Kecamatan Sape. Di sekolah itu terdapat enam ruang kelas. Empat diantaranya digunakan untuk aktivitas A�belajar, satu ruang kelas dijadikan ruang guru dan kantor. Sementara satu ruang lagi adalah perpustakaan dan atapnya sudah ambruk.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”579″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dari empat ruang kelas, dua diantaranya dibuatkan sekat. Sehingga bisa digunakan oleh siswa dua kelas. Tujuannya untuk mencukupi ruang belajar dari kelas satu hingga kelas enam.

Kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Selain harus belajar dengan kondisi disekat, ruang kelas itu terlihat tidak layak. Plafonnya sudah bolong. Belum lagi jendela dan bagian lain yang sudah rusak parah. Dipastikan belajar di ruang kelas itu jauh dari rasa nyaman.

Kepala SDN Inpres Lesu H Burhanuddin mengaku, kondisi sekolah seperti itu sudah lama. Sementara untuk ruang perpustakaan, atapnya ambruk sejak tahun 2014. Menurutnya, ruangan tersebut dibangun pada tahun 2012 dan dikerjakan oleh pihak ketiga.

a�?Saat itu bukan saya kepala sekolahnya. Informasinya, yang mengerjakan itu anggota dewan dari Wawo, YS. Tapi saya tidak tahu pastinya bagaimana,a�? katanya.

Terkait kondisi sekolah tersebut, diakui H Burhanuddin ia sempat melaporkannya ke Dikbudpora Kabupaten Bima. Hanya saja belum ada respons dan realisasi atas laporan itu.

Dikatakan Burhanuddin, kondisi sekolah yang demikian berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar. Guru a�� guru merasa tidak nyaman ketika mengajar saat musim hujan, angin dan gempa. Karena kondisi ruang kelas yang retak akibat pergerasan tanah dan dikhawatirkan terjadi longsor.

a�?Saat ini jumlah siswa kami ada 42 orang dengan tingkat kehadiran setiap hari lebih dari 90 persen,a�? ujarnya.

H Burhanuddin berharap agar pemerintah daerah segera membantu untuk memperbaiki sekolah. Jika lokasi sekolah itu harus dipindah, Burhanuddin dan guru lainnya mengaku tidak keberatan. Karena menurutnya, kondisi tanah di tempat yang sekarang tidak labil.

a�?Di belakang sekolah ini kondisi tanahnya lumayan bagus dan keras. Kami tidak masalah jika pindah ke lokasi itu. Guru dan siswa akan lebih nyaman dan tidak dihantui rasa was a�� was,a�? katanya.

Kabid Dikdas Dikbudpora Kabupaten Bima Hj Jubaedah mengaku kaget menerima informasi itu. Ia menegaskan, perbaikan kondisi sekolah tersebut menjadi prioritas. Ia akan melaporkan kondisi sekolah ke kepala dinas.

a�?Informasinya tadi ada perwakilan Komisi IV yang ke sini. Kami akan komunikasikan dan perbaikan sekolah ini menjadikan prioritas,a�? katanya.(yet/r4)

 

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost