Lombok Post
Headline Politika

Golkar Putuskan Usung Fauzan a�� Sumiatun

TUNGGU DEKLARASI : Pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid – Hj Sumiatun sudah menebar atribut kampanye mereka. Fathul/Lombok Post

GIRI MENANGa��Partai Golkar memutuskan mengusung pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati H Fauzan Khalid a�� Hj Sumiatun dalam Pilbup Lombok Barat (Lobar) 2018 mendatang. Keputusan ini berdasarkan rapat Tim Pilkada Golkar pada Senin (2/10) di DPP Golkar, Jakarta.

Ketua Harian DPD II Golkar Lobar sekaligus Ketua Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Lobar Lalu Hermayadi menyampaikan, mekanisme partai berlambang pohon beringin ini sudah ditempuh. Pihak DPP mengundang seluruh ketua dan petinggi DPD I, termasuk NTB untuk mengikuti rapat tim pilkada yang dipimpin langsung Ketua Harian DPP Golkar H Nurdin Khalid.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dari NTB hadir Ketua Harian DPD I Golkar NTB H Misbach Mulyadi, Sekretaris DPD I Golkar NTB Hj Baiq Isvie Rupaedah, Wakil Ketua Bidang OKK H Abdul Hafid, dan HL Sujirman.

Dalam rapat tersebut dipaparkan hasil survei yang dilakukan LSI terhadap keempat bakal calon yang lulus verifikasi yakni H Lalu Sajim Sastrawan, HM Izzul Islam, H Fauzan Khalid dan Nauvar F Farinduan. Selain itu, ada penilaian-penilaian internal yang dilakukan Partai Golkar dan hasilnya, petahana sebagai peraih survei tertinggi dengan perolehan 38,92 persen.

a�?Dari semua simulasi, bukanA�head to head petahana memperoleh 38,92 persen. Yang lain masih jauh di bawahnya. Itu yang menjadi hal yang paling prinsip,a�? katanya tanpa mau membocorkan perolehan hasil survei bakal calon lain, kemarin (3/10).

Berdasarkan hasil survei itu maka DPP Golkar, sambungnya, resmi memutuskan H Fauzan Khalid sebagai bakal calon bupati Lobar dan Hj Sumiatun sebagai bakal calon wakil bupati Lobar.

a�?Keputusan itu nantinya akan diikuti dengan SK DPP. Itu sudah resmi diputuskan dalam tim pilkada pusat. SK DPP akan turun dalam waktu lima hari ke depan,a�? jelasnya.

Apa yang disampaikan itu, kata dia, untuk menepis semua spekulasi yang muncul belakangan ini.

a�?Saat (rapat) di DPP itu juga tidak ada perdebatan. Semua mendukung, termasuk DPD I. Perlu diketahui bahwa pintu Golkar tidak pernah tertutup untuk H Fauzan Khalid,a�? tegasnya.

Guna mengamankan keputusan DPP Partai Golkar itu, sembari menunggu turunnya SK dukungan, pihaknya akan menggelar rapat konsolidasi dengan seluruh kader yang ada.

a�?Artinya, dengan keputusan itu tidak ada kader yang mbalelo atau melawan keputusan itu, tentu akan ada sanksi dari partaia�? katanya.

Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Lobar Hj Sumiatun selaku bakal calon wakil bupati mendampingi H Fauzan Khalid tidak ingin berkomentar banyak. Dia mengaku akan menunggu rekomendasi DPP itu turun.

a�?Saya tidak mau menanggapi komentar-komentar lain. Namanya politik, pasti ada saja riak-riak kecilA�ya,a�? kata politisi asal Sekotong

Pada saat yang sama beredar wujud fisik surat keputusan rekomendasi dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) kepada H Fauzan Khalid a�� Hj Sumiatun. Namun, wujud fisik surat tersebut belum diketahui oleh DPW PAN NTB.Surat rekomendasi tertanggal 18 September 2017 yang ditandatangani oleh Tim Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Pusat Partai Dewan Pimpinan Pusat PAN Yandri Susanto telah beredar di jejaring media sosial.

a�?Saya belum lihat rekomnya, belum tahu,a�? ujar Ketua DPW PAN NTB H Muazzim Akbar.

Diakui Muazzim, belum ada informasi dari pihak DPP PAN terkait rekomendasi tersebut. Meski telah ada informasi, namun ia belum memperoleh wujud rekomendasi itu. Walaupun begitu, ia memastikan dukungan tersebut hanya dalam bentuk rekomendasi bukan surat keputusan.

a�?Jadi rekomendasi itu siapa saja yang mendaftar ke PAN, dan kita melihat peluangnya, ada atau tidak bisa kita berikanA�rekomendasi,a�? katanya.

a�?Karena dalam isi rekomendasi jelas, bahwa yang bersangkutan itu sebagai alat untuk mencari partai koalisi,a�? tambah Muazzim.

Disamping itu, dalam surat rekomendasi tersebut juga bukan ditandatanganii oleh ketua umum dan sekjen DPP PAN. Namun yang menandatangi adalah tim pilkada, sehingga rekomendasi tersebut tidak bisa menjadi alat untuk mendaftar di KPU.

a�?Karena yang menjadi alat untuk mendaftar di KPU adalah surat keputusan yang ada tanda tangan ketua umum dan sekretaris jenderal,a�? ujarnya.

Dikatakan Muazzim, belum ada koordinasi dari DPP kepada pihaknya terkait rekomendasi pasangan calon Pilbup Lobar 2018. Menurutnya, rekomendasi tersebut dapat diberikan kepada siapa saja yang dirasa datang dan dapat menyakini DPP. Syaratnya, dengan hasil survei yang bersangkutan dibawa atau ditunjukkan.

a�?Datang ke DPP, bisa menyakinkan DPP dengan membawa hasil survei, (mungkin) bisa kita berikan,a�? ucapnya.

Menyinggung proses yang tengah berlangsung di PAN, Muazzim menyampaikan PAN masih berproses. Keputusan PAN akan keluar pada Desember mendatang.

a�?Semua pilkada belum kita putuskan semuanya. Baik di pilgub, A�wali kota, maupun bupati masih sifatnya sama bentuknya masih rekomendasi,a�? katanya.

Sementara itu, bakal calon bupati Lobar H Fauzan Khalid yang dikonfirmasi terkait rekomendasi PAN tersebut enggan berkomentar banyak.A� Fauzan justru mengarahkan untuk mengkonfirmasi kepihak partai langsung.

a�?Silakan konfirmasi langsung ke partainya,a�? katanya. (ewi/r4)

 

Berita Lainnya

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost