Lombok Post
Metropolis

Relokasi Tiga SMPN di Mataram , Disdik Tawarkan Tukar Guling Lahan

PARAH: Kondisi kemacetan di depan SMP 15 hingga SMP 2 Kota Mataram semakin parah, kemarin (9/8). IVAN LOMBOK POST

MATARAM-Di masa pembahasan draf revisi perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sekitar bulan April lalu, antara Pemerintah Kota Mataram dan DPRD Kota Mataram, sempat mencuat rencana relokasi tiga sekolah. Ketiga sekolah itu dinilai dalam poin ke-3 huruf I dari hasil kerja Pansus kala itu, dinilai tidak lagi berada di posisi yang ideal.

Kemacetan lebih banyak disebabkan oleh kendaraan para penjemput anak sekolah yang parkir hingga memenuhi separo badan jalan. a�?Tapi lahannya di mana sekarang?a�? kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Sudenom, saat dikonfirmasi perkembangan rencana itu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sebenarnya bagi Denom, tidak ada masalah jika sekolah itu bakal dipindah atau pada akhirnya dibiarkan tetap di sana. Rencana pemindahan sekolah itu, tidak ada kaitannya dengan pendidikan. Tetapi murni kebutuhan pengaturan tata ruang kota.

a�?Sehingga kalau itu dipindah, harapannya bisa tidak macet lagi,a�? terangnya.

Namun, sampai saat ini, ia menyebut belum ada tanda-tanda, ada pihak yang tertarik memiliki lahan itu. Lalu melakukan tukar guling lahan dengan sekolah.

Sekedar diketahui, tanah di mana tiga SMP itu berdiri saat ini, berada di tengah-tengah jantung kota. Persis di pinggir jalan protokol. a�?Ya di mana saja, asal tidak jadi penyebab kemacetan,a�? cetusnya enteng.

Menurutnya, tidak ada soal jika lahan itu nanti berada di pinggiran kota. Bahkan jika lahan itu dinilai terlalu jauh dengan rumah pelajar yang sekolah di sana, Sudenom mengaku tidak mempersoalkan itu. a�?Awalnya mungkin sulit, tapi lambat laun ya enteng,a�? ujarnya.

Jika ada protes yang muncul karena rencana relokasi sekolah itu, menurutnya itu sesuatu yang wajar. Apapun kebijakan yang diambil, di tahap pertama selalu mendorong munculnya pihak yang pro dan kontra.

a�?Ya itu wajar-wajar saja, tapi lambat laun pasti terbiasa. Kota ini kan kecil,a�? cetusnya.

Hanya saja, ia menggaris bawahi proses relokasi sekolah tidak mudah. Apalagi ini untuk tiga sekolah. Butuh pembiayaan besar lagi untuk membuat bangunan sekolah di tempat yang baru. Belum lagi harus dihitung masa transisinya yang sudah pasti tidak bisa dalam waktu singkat.

a�?Apalagi ini tiga sekolah, kecuali ada Yayasan yang mau tampung,a�? celetuknya.

Sebelumnya, dalam sebuah kesempatan wawancara Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram H Khalid mengaku sangat mendukung rencana relokasi tiga sekolah itu. a�?Jadi kalau ada rencana itu, kami sangat dukung,a�? kata Khalid.

Relokasi tiga sekolah itu, sudah pasti akan berdampak besar pada problem kemacetan yang kerap jadi sorotan. Terutama di jam sibuk, seperti saat masuk sekolah dan pulang sekolah. Jalan raya di depan tiga SMP yang bertetangga itu, selalu makin krodit setiap tahunnya.

a�?Jalan itu macet hanya saat jam-jam sibuk. Coba lihat dipantau di luar itu, lancar kok,a�? tegasnya. (zad/r5)

 

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost