Lombok Post
Metropolis

Yang Penting Mereka Bukan Mengemis!

INI BARU LEGAL: Seorang remaja binaan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram menampung sumbangan dari masyarakat di simpang empat Pendopo Wali Kota Mataram, kemarin (3/10). IVAN/LOMBOK POST

MATARAM-Erupsi Gunung Agung, Bali memaksa ribuan warga mengungsi jauh dari rumah. Sebagai bentuk kepedulian, ratusan pelajar di Kota Mataram melakukan penggalangan dana, kemarin (3/10).

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB Nyayu Ernawati menilai, penggalangan dana ini sah-sah saja dilakukan. a�?Beberapa waktu lalu saya sempat melihat banyak anak-anak muda yang meminta sumbangan di beberapa jalan,a�? katanya, kemarin (3/10).

Kala itu, Nyayu mengaku sempat menegur mereka. a�?Mereka mengenakan pakaian pramuka.anak-anak ini merupakan pelajar dari beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Mataram. Mereka turun bersama organisasi pramukanya untuk mengalang dana,a�? tuturnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Menurut Nyayu, aksi mereka itu tanpa paksaan. Mereka menggalang dana dengan keinginan sendiri, dan dikoordinir langsung oleh orgnisasinya. a�?Mereka bukan mengemis. Ini hanya bentuk rasa kepeduliaan kepada sesama, bagaiamana A�mereka mengajak kita semua (warga Kota Mataram) untuk peduli pada saudara-saudara di Bali yang sedang tertimpa musibah,a�? tuturnya.

Mantan anggota DPRD Kota Mataram ini menjelaskan, beberapa organisasi dan anak-anak muda ini turun saat waktu-waktu tertentu. Tidak setiap hari. a�?Ini kan hanya mereka lakukan saat ada musibah yang menimpa saudara dan teman kita di Indonesia maupun di luar. Ini gotong royong, bukan meminta-minta,a�? tegasnya.

a�?Itu bentuk aksi yang bisa mereka lakukan. Saya akan angkat topi untuk mereka yang begitu peduli pada saudara yang kesusahan dengan cara panas-panasan untuk turun ke jalan menggalang dana,a�? tutupnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Fuad Sofian Bamasaq mengatakan, kegiatan anak-anak Mataram untuk meminta sumbangan bagi korban erupsi Gunung Agung di Bali, hanya semata-mata mengurangi beban mereka.

a�?Kita tidak boleh kaku, saudara-saudara kita mendapatkan musibah, pasti banyak yang akan terpanggil untuk berpartisipasi menggalang dana,a�? kata Fuad.

Menurutnya, seharusnya sifat suudzon pada anak-anak muda yang melakukan pengumpulan dana dengan turun langsung ke jalan harus dibuang jauh-jauh. a�?Saya rasa tidak ada unsur lain, ini semata-mata untuk membantu,a�? pungkasnya. (cr-tea/r5)

 

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost