Lombok Post
Headline Metropolis

Dewan Buru Jawaban Kemal, Terkait Raibnya Taman Jalan Bung Hatta

INIKAH TAMAN PENGGANTI? : Sejumlah pengendara melintas di jalan depan jalan Udayana. Sementara di kanan, kiri, dan tengah jalan dihiasi oleh taman-taman kota, Kamis (5/10). Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM-Sikap acuh yang ditampilkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Mataram H Kemal Islam saat ditanyai soal taman oleh media rupanya membuat banyak pihak tidak puas.

Komisi III DPRD Kota Mataram, bahkan berencana memanggil dinas yang sebelumnya bernama Dinas Peratmanan itu. a�?Kami akan segera panggil,a�? tegas Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram I Gede Wiska.

Menurut Wiska, persoalan raibnya taman di depan ruko jalan Bung Hatta dekat pertigaan Gegutu itu, pantas dipertanyakan semua pihak. Termasuk dalam hal ini media. Bahkan Komisi III juga sebenarnya sudah sejak lama menunggu informasi lebih detail tentang raibnya taman itu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Kami juga ingin mendengar penjelasan lebih detail soal taman itu,a�? ujar Wiska.

Menurut hasil diskusinya di Komisi III, raibnya taman itu dinilai sangat rentan menyalahi prosedur. Ia mengingatkan ada tahapan dalam penghapusan aset. Mulai dari usulan penghapusan aset ke instansi yang menangani persoalan aset. Lalu menyepakatinya bersama dewan yang merupakan representasi rakyat yang memiliki hak penuh atas aset itu.

a�?Kalaupun sudah dihapus, tidak bisa serta merta dialihkan dan diganti ke tempat yang lain. Harus ada persetujuan dewan lagi untuk pembangunan tempat yang lain,a�? tegasnya.

Komisi III disebut ingin mengetahui apakah mekanisme ini sudah sesuai prosedur atau tidak. Karena, sepengetahuan mereka tidak ada pembahasan apapun, sampai tiba-tiba lahan itu raib. Lalu disebutkan telah diganti biayanya dengan pembangunan taman di Udayana.

a�?Tidak pernah kami, merasa tidak pernah membahas ini,a�? ungkapnya.

Wiska melihat ada potensi kewibawaan pemerintah dipertanyakan. Hanya karena iming-iming penggantian lahan, pemkot latah menghapus aset yang notabene dibangun dari uang rakyat.

a�?Ingat itu dibayai APBD lho,a�? cetusnya.

Sebelumnya, Kepala DPKP Kota Mataram H Kemal Islam mengklaim, penghapusan aset yang dibangun dari APBD tahun 2018 itu sudah sesuai prosedur. Kemal bahkan heran kenapa taman ini dipertanyakan lagi. Karena ia merasa seharusnya sudah tidak ada masalah lagi.

a�?Prosedur sudah ditempuh kok, sesuai ketentuan. Kompensasinya mengganti taman dari Gerbang di Utara Taman Udayana. Itu diganti,a�? ujarnya.

Pembiayaan pembangunan taman di Udayana, disebut Kemal sebagai permintaannya yang disetujui oleh pemilik lahan. Ia mengklaim nilai taman yang raib sudah sama dengan nilai taman yang dibangun di Udayana. a�?Bahkan lebih bagus,a�? klaimnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost