Lombok Post
Headline Selong

Diduga Keracunan, Dua Penggali Sumur di Dusun Punik, Desa Setungkep Lingsar Meninggal

EVAKUASI: Jenazah Suhirman saat dievakuasi tim SAR dari dalam sumur milik Amaq Effendi di Dusun Punik, Desa Setungkep Lingsar, Kecamatan Keruak, tadi malam (6/10). TONI/LOMBOK POST

SELONG-Nasib nahas menimpa dua orang penggali sumur di Dusun Punik, Desa Setungkep Lingsar, Kecamatan Keruak, kemarin (6/10). Suhirman, 35 tahun dan Faturrahman, 25 tahun meninggal dunia ketika menggali sumur milik Amaq Effendi. Keduanya diduga keracunan asap mesin pompa air di dalam sumurA� sedalam 12 meter tersebut.

“Sumur ini memang dalam ditambah ada asap sisa mesin pompa air di dalam. Itu yang diduga membuat keracunan,” terang Bhabinkamtibmas Desa Setungkep Lingsar Bripka Lalu Hendra.

Informasi yang dihimpun Koran ini di lokasi kejadian, dua penggali sumur asal Dusun Tampih, Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat ini mulai menggali sumur sejak Kamis (5/10) lalu. Namun air sumur belum juga keluar. Mereka kemudian melanjutkan penggalian hingga sore kemarin.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Sebelum turun, mereka mengatakan bakal banyak orang yang datang ke sumur ini. Karena mereka yakin air sumurnya bakal keluar hari ini (kemarin, Red),” tutur Sarjan, salah sseorang warga Desa Setungkep Lingsar.

Benar saja, air sumur yang digali lebih dalam akhirnya keluar. Suhirman yang melihat air sumur keluar segera bergegas keluar dari sumur. Namun, belum sampai ke atas, ia terlebih dulu memgambil betel (alat penggali sumur) yang tertinggal. Saat itulah ia pingsan dan tenggelam.

Melihat rekannya tenggelam, Fathurrahman berusaha menolong. Untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak. Pria 25 tahun ini juga pingsan dan ikut tenggelam.

Pemilik sumur Amaq Effendi yang melihat kedua penggali sumur tenggelam, berusaha ikut memberi pertolongan. Namun baru turun beberapa meter, Amaq Effendi ikut mengalami sesak napas dan memutuskan kembali ke atas. Ia kemudian dilarikan oleh warga ke puskesmas terdekat.

Sekitar pukul 18.00 Wita ratusan warga datang dari berbagai penjuru memadati tempat kejadian. Bukannya dikerumuni untuk mengambil air, seperti yang diharapkan Suhirman dan Fathurrahman sebelumnya melainkan mereka ingin menyaksikan jasad kedua penggali ini diangkat dari dalam sumur. Hingga pukul 20.30 Wita, jasad kedua penggali sumur ini belum juga berhasil diangkat.

Petugas SAR Lombok Timur yang datang ke lokasi sejak pukul 18.00 Wita kesulitan mengevakuasi jasad korban. Lantaran petugas yang turun ke sumur sempat kehabisan oksigen.

Jasad kedua korban baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.00 Wita. Jasad Suhirman yang pertama dikeluarkan disusul Fathurrahman. (ton/r1)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost