Lombok Post
Metropolis

BNN Tidak Mau Kecolongan Sama PCC

BERBAHAYA : Inilah bentuk tablet obat PPC yang meresahkan warga dan saat ini tengah diantisipasi peredarannya di Kota Mataram. Ist/Lombok Post

MATARAM-Pengawasan terhadap penyalahgunaan obat PCC (paracetamol, caffeine, dan carisoprodol) di Kota Mataram terus dilakukan. Kepala BNN Kota Mataram H Nur Rachmat mengatakan, selain dengan BBPOM, pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian hingga masyarakat.

a�?Jika ditemukan adanya penyalahgunaan PCC, kami harap segera dilaporkan ke kami,a�? imbaunya.

Diakui, hingga saat ini belum ditemukan adanya peredaran ilegal obat PCC di Kota Mataram. Namun pihaknya tetap melakukan pengawasan untuk mengantisipasi penyalahgunaan obat keras ini.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Salah satu cara antisipasi yang kami lakukan, dengan melakukan pengawasan pada pintu-pintu masuk yang ada di Kota Mataram,a�? jelasnya.

Menurut Nur Rachmat, pengawasan di pintu masuk ini kerap menuai hasil. Beberapa waktu lalu, tim kepolisian berhasil menghentikan masuknya narkotika ke Mataram.

a�?Namun pengawasan 24 jam tidak bisa kami lakukan, karena keterbatasan jumlah personil,a�? tuturnya.

Nur menghimbau agar warga di Kota Mataram tidak diam saja ketika menemukan penyalahgunaan narkoba. Kasus ini harus segera dilaporkan pada BNN agar segera bisa ditangani.

Masyarakat juga dimintanya tidak mudah termakan isu-isu yang tidak jelas kebenarannya. Salah satu contohnya mengenai berita adanya permen yang diduga mengandung PCC.

a�?Setelah kami cek di BBPOM, ternyata berita itu tidak benar,a�? ungkapnya. A�Dia juga mengimbau masyarakat tidak mudah menyebarkan berita-berita yang belum tentu benar.

Terpisah, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Fuad Sofian Bamasaq menilai pengawasan terhadap obat-obatan terlarang harus dilakukan oleh semua pihak. Sehingga kemungkinan penyalahgunaannya oleh masyarakat dapat diminimalisir.

a�?Semua pihak harus terlibat. Jangan sampai generasi ini hancur oleh narkoba,a�? kata Fuad pada Lombok Post, kemarin (8/10).

Termasuk terhadap PCC, dia meminta pengawasan dilakukan secara menyeluruh. Menurut pria berbadan besar itu, PCC termasuk obat keras yang tidak boleh beredar sembarangan. Hal itu dikarenakan, zat yang terkandung di dalam obat itu mampu merusak tekanan darah, hingga melemahkan bagian organ dalam. (cr-tea/r3)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost