Lombok Post
Selong

Dermaga Telong-Elong Tak Optimal

TAK DIMAKSIMALKAN: Beginilah kondisi Dermaga Telong-Elong milik Pemprov NTB Sabtu (7/10) lalu. Hingga saat ini potensi dermaga ini belum dikelola dengan baik. TONI/LOMBOK POST

SELONG-Keberadaan Dermaga Telong-Elong di Jerowaru menjadi salah satu aset provinsi yang masih belum bisa dioptimalkan. Kondisi dermaga ini terlihat mangkrak tak difungsikan sebagai mana mestinya. Sehingga, warga sangat berharap keberadaan dermaga ini bisa difungsikan sebagai terminal wisata untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Lombok Timur (Lotim).

“Ya sampai sekarang ini ya seperti ini. Kami nggak tahu juga mau dijadikan apa oleh pemerintah, sayang disia-siakan mas,” terang Hendra, salah seorang warga Jerowaru kepada Lombok Post.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Padahal, jika dikelola dengan baik dermaga Telong-ElongA� diyakini bisa mendukung kemajuan pariwisata di Lotim. Salah satunya yakni dengan menjadikannya sebagai terminal wisata dengan tujuan berbagai destinasi wisata di selatan Lotim. Misalnya saja ke Pantai Pink, Pulau Pasir hingga Tanjung Bloam.

Lokasinya yang strategis dan refresentatif dinilai sangat pas untuk menjadikan Dermaga Telong-Elong ini menjadi terminal wisata jika dibandingkan Tanjung Luar. Mengingat jika harus melalui Tanjung Luar warga menurut Hendra harus masuk pasar dan membuat pengunjung cukup terganggu. Sebaliknya, jika melalui dermaga Telong-Elong, wisatawan yang datang akan merasa nyaman karena fasilitas yang ada sangat mendukung.

A�”Parkirnya luas, kalau mau nyeberang kemana-mana lokasinya sangat pas.A� (Daripada) Dibiarkan seperti saat ini nggak tau apa gunanya,” harap Hendra yang kesehariannya sebagai penyedia jasa transportasi perahu untuk wisata.

Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Lotim Idham juga mengharapkan Dinas Perhubungan Provinsi mau terbuka melihat potensi dermaga ini. Karena ia menilai pemerintah provinsi tidak memahami betul potensi sejumlah asetnya yang ada di Lotim.

“Itu padahal biayanya Rp 5 miliar, sayang kalau seperti itu. Ya kalau kami berharap bagaimana agar bisa dimaksimalkan saja potensinya, terlalu naif kalau kami minta pengelolaannya diserahkan ke kabupaten,” ungkap Idham.

Dishub Lotim berharap bagaimana pengelolaan Dermaga Telong-Elong bisa membawa manfaat bagi masyarakat Lotim. “Ya kami sangat mendukung itu (Jadi Terminal Wisata, Red). Tinggal yang sekarang bagaimana peran media mampu medorong pemerintah provinsi mau terbuka,” tandasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost