Lombok Post
Headline Metropolis

Kartu Kombo Bikin a�?Melongoa�?, Saldo Nol, Warga Gagal Dapat Beras

KEBUTUHAN POKOK: Pedagang tengah memeriksa kualitas beras yang akan dijual pada masyarakat. Ivan/Lombok Post

MATARAM-Persoalan kartu kombo belum tuntas sampai detik ini. Ribuan warga harus melongo alias harus gigit jari setelah gagal membeli beras dengan kartu sakti dari pemerintah itu di agen BRILink. Padahal distribusi beras rastra tengah berlangsung.

a�?Iya memang ada persoalan, saldo kartu kombo ada yang nol,a�? aku Kepala Dinas Sosial Kota Mataram HL Indra Bangsawan.

Praktis para penerima manfaat tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka yang sudah jauh-jauh mendatangi BRILink, harus kembali lagi dengan tangan kosong. Tidak hanya itu, ternyata melengkapi diri dengan kartu kombo saja tidak cukup.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Para penerima manfaat harus melengkapi diri dengan beberapa persyaratan. a�?Harus punya kartu kombo, NIK, nomor PIN, terdaftar di kartu penerima Bantuan Pangan Nontunai itu,a�? terangnya.

Jika salah satu saja ada yang kurang, maka warga tidak bisa mencairkan bantuan. Walau kartu kombonya memiliki saldo.

Ditambahkan Indra, berbagai peresoalan itu juga ditambah dengan keruwetan soal alamat dan tidak sinkronnya nama. Sedangkan perbaikan hanya bisa dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

a�?Jadi kita sifatnya hanya bisa mengusulkan saja untuk perbaikannya,a�? jelasnya.

Soal ada kecamatan yang belum dapat giliran menerima bantuan, dikatakan Indra, itu hanya soal penjadwalan. Maju mundur jadwal disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Tetapi ia meyakinkan jika semua kecamatan di Kota Mataram pasti akan menerima jadawal pembagian rastra.

a�?BRILink ini jumlahnya memang terbatas, sementara e-Warung kita juga belum beroperasi,a�? urainya.

Indra memahami keresahan masyarakat. Terkait banyaknya persoalan yang muncul dalam penyaluran beras rastra. Bahkan, tambah Indra, persoalan tidak hanya menyangkut administrasi. Tetapi juga kualitas produk yang disalurkan pada masyarakat.

a�?Termasuk juga kualitas beras dan gula. Tapi ndak apa-apa, ini program baru,a�? kilahnya.

Untuk mendata berbagai persoalan itu, Indra sudah merapatkan barisan dengan BRI, Bulog, Camat, Lurah, Pendamping PKH, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan. Berbagai persoalan itu telah dikumpulkan. Selanjutnya dikirim ke pusat untuk diperbaiki.

Sebelumnya, Kepala Lingkungan Karang Buaya, Kelurahan Pagutan Timur, Muzakallah membenarkan ada beberapa warganya yang tidak bisa menerima bantuan rastra.

a�?Karena saldo masih nol,a�? ujar Muzakallah.

Ia berharap persoalan ini bisa tuntas. Sebab kalau tidak mereka sebagai garda terdepan pemerintahan di tingkat lingkungan akan terus dicecar pertanyaan oleh warga.

a�?Namanya warga, walau kita sudah jelaskan, tapi ada saja yang menganggap kita tidak tindak lanjuti. Padahal persoalan ini bukan di kita penuntasannya, tetapi di pemerintah pusat,a�? tandansnya.(zad/r5)

 

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost