Lombok Post
Headline Tanjung

Lama “Kehausan”, Warga Sokong Gedor Dewan

ORASI: Salah seorang warga Desa Sokong saat menyampaikan aspirasi di depan kantor bupati Lombok Utara, kemarin (9/10). Pujo/Lombok Post

TANJUNG-Puluhan masyarakat Desa Sokong mendatangi kantor DPRD Lombok Utara, kemarin (9/10). Kedatangan mereka untuk mengeluhkan persoalan krisis air bersih yang setiap tahun terjadi tanpa ada solusi yang paten.

Pantauan koran ini, sebelum melaksanakan hearing dengan sejumlah pimpinan dan anggota DPRD, puluhan orang ini sempat berorasi di depan kantor bupati. Namun karena tidak mengantong izin dari kepolisian maka orasi dipindah ke dalam gedung DPRD Lombok Utara.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Koordinator aksi Mayadi mengatakan, perwakilan warga ini datang ingin menagih janji kampanye bupati dan wakil bupati Lombok Utara. Menurut dia, di Desa Sokong ada beberapa dusun yang selalu dilanda krisis air bersih. Yakni, Dusun Betumping, Tanak Sanggar, Tremangke, Lendang Suro, Pengembuk dan Dusun Tuti. a�?Setiap ada kegiatan agama misalnya ada yang meninggal kami sering kekurangan air untuk memandikan jenazah. Masak harus tayamum,a�? ujar salah seorang warga Artadi.

Dalam orasinya, warga yang berdiri di luar pagar kantor bupati mendesak untuk bertemu Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara. Namun A�Asisten I Setda Lombok Utara dan Kabag Humas berkenan menemui massa. a�?Surat bapak-bapak ini tujuannya ke DPRD, jadi salah alamat kalau mau ke kantor bupati,a�? ujar Kabag Humas Setda Lombok Utara Saprinnadi di depan massa aksi.

Setelah diarahkan polisi ke gedung DPRD, masyarakat kembali berorasi dan menuntutA� anggota dan pimpinan DPRD menemui mereka. Akhirnya massa aksi ditemui Wakil Ketua DPRD Lombok Utara Sudirsah Sujanto beserta jajaran Komisi III. a�?Kami sudah sampaikan aspirasi ini ke anggota dewan yang dari desa kami tapi tidak ada respons. Ke bupati juga sudah kita sampaikan bahkan saat bupati dulu kampanye juga kami sampaikan,a�? ungkap Mayadi.

Selain itu, pihaknya juga merasa kecewa karena krisis air bersih masih berlanjut. Apalagi PDAM juga pernah turun melakukan survei. a�?Kami hanya ingin pemerintah bisa memasangkan pipa sepanjang 15 kilometer dari mata air ke perkampungan,a�? tutup Mayadi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lombok Utara Sudirsah Sujanto mengatakan, aspirasi warga ini akan dijadikan bahan pembahasan bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

Sudirsah juga menyatakan ada dua solusi yang bisa dilakukan untuk menangangi krisis air bersih di Desa Sokong. Diantaranya, membuat sumur bor atau penyambungan pipa.

a�?Untuk penyambungan pipa kami rasa butuh anggaran besar karena panjangnya. Tapi ini akan kita bahas dengan TAPD nanti,a�? pungkasnya. (puj/r7)

 

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost