Lombok Post
Kriminal

Otak Pembalakan Hutan Mareje Terdeteksi

LACAK BALAK: Penyidik Dinas LHK NTB melakukan olah TKP dan lacak balak di Hutan RTK-15 di Desa Mareje Timur, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, beberapa waktu lalu. Dari hasil lacak balak, ditemukan sisa tonggak penebangan liar kayu jenis Sonokeling. Akibat pembalakan liar ini, negara dirugikan hingga Rp 86 juta. DINAS LHK UNTUK LOMBOK POST

MATARAM-Tim penyidik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Mataram terus mendalami kasus pembalakan liar di Hutan Sekotong, Lombok Barat (Lobar). Pemilik kayu Sonokeling sebanyak 15,36 meter kubik rencananya akan dimintai keterangan.

Ketua Tim Penyidik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB Astan Wirya mengatakan, keterangan dari pemilik kayu dibutuhkan untuk menelusuri jalur pembalakan liar. Ini sekaligus sebagai pengembangan dalam perkara upaya penyelundupan kayu Sonokeling dari Hutan Sekotong Timur, Lobar.

“Kita periksa juga pemilik kayu,” kata Astan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dari keterangan tiga orang, yakni dengan inisial MJ, JL, dan SD yang telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik memperoleh nama pemilik kayu, yakni dengan inisial SA. Dia diduga sebagai pihak yang memiliki peran penting dalam pembalakan liar. SA terindikasi sebagai pihak A�yang mendanai aktivitas ilegal tersebut.

Maraknya penebangan liar kayu jenis Sonokeling, diduga kuat karena banyaknya permintaan ekspor. Ini membuat a�?cukonga�? kayu dari luar negeri memanfaatkan oknum masyarakat untuk mengambil kayu Sonokeling dari dalam kawasan hutan.

Hal ini membuat hutan di wilayah NTB menjadi sasaran illegal logging. 15,39 meter kubik kayu itu sendiri diduga diambil dari kawasan hutan negara, masuk dalam Kelompok Hutan Mareje-Bonga RTK-13, di Desa Mareje Timur, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar).

Untuk kasus di atas, Astan menduga ada keterlibatan mafia besar. Berdasarkan keterangan ahli, kerugian negara secara ekonomis dari 128 batang kayu Sonokeling adalah sekitar Rp 86 juta.

Kerugian lebih besar ditimbulkan karena rusaknya ekosistem hutan. Di masa depan, dengan pembalakan liar ini, bisa menjadi penyebab bencana alam seperti kekeringan dan banjir.

Sebelumnya, Tim gabungan dari TNI dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB berhasil mengamankan tiga truk berisi kayu sonokeling, akhir Agustus lalu. Kayu yang berjumlah 15,39 meter kubik tersebut diambil dari hasil pembalakan liar dari hutan di wilayah Sekotong Timur, Lobar.

Penangkapan terhadap tiga truk, dilakukan di tiga titik. Petugas yang berjaga di pertigaan jalan raya Sekotong, di Dusun Eat Mayang, Desa Jelateng, Kecamatan Lembar, pertama kali mengamankan MJ.

Selanjutnya, tim bergerak menuju Dusun Lendang Geruda, Desa Mareje Timur. Di sini, tim kembali menangkap truk yang dikemudikan JL, juga mengangkut kayu sonokeling. Terakhir, operasi dilanjutkan ke Dusun Kambeng Timur, Desa Sekotong Timur. Di lokasi ketiga ini, tim gabungan yang dibantu anggota Koramil Gerung menangkap truk terakhir dengan nomor polisi DK 9497 FF.(dit/r2)

 

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost