Lombok Post
Giri Menang Headline

Wisatawan Bisa Kapok ke Senggigi, Hujan Sebentar, Air Tergenang Setinggi Lutut Bule

INI MEMALUKAN: Sejumlah wisatawan asing melintasi banjir yang sudah mulai surut di depan sebuah vila di Senggigi, Lombok Barat, kemarin (9/10). Fatih/Lombok Post

GIRI MENANG-Musim hujan memperlihatkan masalah lain dari pariwisata Senggigi. Air meluap dari selokan ke sepanjang jalan menuju arah pantai. Akibatnya, para wisatawan harus berdiam diri di dalam kamar hotel. Tak berani ke luar.

Melanie Pells, wisatawan asal Sidney Australia mengatakan, ini adalah kunjungan pertamanya ke Senggigi. Bahkan, ia baru menghabiskan sehari liburannya di destinasi A�wisata paling populer di Lombok Barat (Lobar) itu.

Ia menginap di salah satu hotel yang ada di kawasan pantai. Ditanya mengenai hujan, ia hanya tersenyum. Baginya hal tersebut tidak menjadi masalah. Karena ia menyukai musim basah atau dingin. Tapi ketika melihat genangan air keruh yang menutupi semua kakinya, ia mengatakan itu masalah.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Tapi akan ada kekhawatiran jika melihat air yang keruh dari selokan. Air bisa saja tidak steril, dan itu berbahaya bagi kesehatan,a�? kata Mellanie.

Mellanie mengerti kondisi pariwisata di Asia. a�?Saya orang Australia berdarah Srilangka,a�? tuturnya. Sehingga melihat kondisi air hujan yang meluap, ia sudah terbiasa.

Ia berharap, destinasi wisata tidak seperti di Senggigi saat ini. Karena ini akan membuat wisatawan kapok datang kembali. Buruknya lagi, pengalaman ini bisa saja ia ceritakan ke keluarga, teman-teman terdekatnya, dan bahkan diceritakan melalui media sosial.

a�?Di negara tempat besar saya, Australia, pantainya sangat bersih. Tidak ada sampah sama sekali. Penataannya juga bagus. Sayang sekali jika mereka datang ke sini, dan melihat keadaan yang tidak terbiasa baginya. Apalagi yang dari Eropa. Semoga bisa lebih baik. Kalau genangan airnya tidak terlalu bermasalah. Saya bisa pakai sandal kalau keluar. Tapi sampahnya yang parah. Di sepanjang pantai ada sampah. Bisa jadi ini yang membuat genangan air yang terjadi saat ini,a�? ungkap Mellanie.

Keluhan wisatawan sudah tak bisa ditampung lagi. Meluap seperti genangan air. GM dari salah satu hotel di kawasan pantai Senggigi mengatakan, luapan air bukan tahun ini saja terjadi. Akan tetapi hampir setiap tahun. Padahal pihaknya berkali-kali meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki kondisi yang ada.

a�?Ini akibat tidak adanya tindakan dari pemerintah. Untuk menghindari luapan air yang setiap tahun pasti terjadi. Seharusnya pemerintah memperhatikan selokan, dan sistem drainasenya,a�? ungkap GM salah satu hotel di kawasan pantai Senggigi yang tak ingin di Korankan namanya.

Menurutnya, ini bukan hanya menyangkut citra perhotelan yang tidak baik. Akan tetapi akan menjadi bom waktu bagi pariwisata Senggigi. Karena melihat perkembangan pariwisata mesti secara holistik. Semua aspek pembangun dan penunjang meski diperhatikan secara merata.

Menanggapi persoalan yang terjadi di Kawasan Wisata Senggigi, Ispan Junaidi, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat tidak mau berkomentar. Saat dihubungi via telepon, ia mengatakan belum bisa memberikan jawaban terkait langkah pasti dari pemerintah. a�?Nanti saja,a�? pungkas Ispan singkat sembari menutup teleponnya. (cr-tih/r5)

Berita Lainnya

Kemenag Belum Terima Edaran Terkait Kartu Nikah

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost