Lombok Post
Kriminal

Giliran Alwan Dipanggil Jaksa

DIKLARIFIKASI: Lalu Alwan Basri memberi keterangan usai menjalani klarifikasi di Kejaksaan Tinggi NTB, kemarin (10/10). Dia diklarifikasi terkait dugaan kebocoran retribusi di Pemkot Mataram. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB kembali menelusuri dugaan kebocoran retribusi di Kota Mataram. Setelah mengklarifikasi pejabat Dinas Perhubungan (Dishub), jaksa memanggil pejabat dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, kemarin (10/10).

Salah satunya Kepala Disdag Mataram Lalu Alwan Basri. Ia datang bersamaA� dua stafnya ke Kejati NTB, sekitar pukul 10.00 Wita.

Alwan yang mengenakan kemeja hitam langsung masuk ke ruang jaksa intelijen. Sekitar pukul 12.15 Wita, Alwan menyelesaikan klarifikasinya dengan jaksa.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ditemui usai klarifikasi, Alwan membenarkan kedatangannya ke Kejati NTB untuk menjalani klarifikasi. Dia juga sempat menyerahkan sejumlah dokumen kepada jaksa.

“Dimintai data oleh kejaksaan. Dan itu sudah kita berikan,” kata Alwan yang ditemui di pintu belakang Kantor Kejati NTB, kemarin.

Data yang diberikan terkait jumlah pasar yang ada di Kota Mataram dan masuk dalam pengawasan Disdag. Kata Alwan, terdapat 19 pasar yang masuk dalam data di dinasnya.

“Ada 19 titik. Dan itu semua sudah kita berikan,” kata dia.

Mengenai materi klarifikasi terkait jumlah 19 pasar tersebut, mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkot Mataram ini enggan menjelasakannya.

“Pokoknya semua yang terkait pasar, itu yang tadi kami berikan ke jaksa,” ujar dia.

Sementara itu, pihak Kejati NTB belum ada yang bisa dimintai keterangan terkait pemeriksaan ini. Alasan mereka kasus masih berada pada tahap penyelidikan intelijen, sehingga tidak bisa dibeberkanA� ke publik.

Sebelumnya Selasa (9/10) jaksa mengklarifikasi sejumlah pejabat dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram. Mereka adalah Kadishub Kota Mataram H Khalid, Kepala UPTD Perparkiran Kanesti Cahya Kartika, Kabag TU Dishub Kota Mataram, dan satu orang pejabat lainnya. Keempatnya mendatangi Kantor Kejati NTB sekitar pukul 10.30 Wita.

Klarifikasi terhadap pejabat Dishub itu dilakukan di ruang jaksa intelijen Kejati NTB. H Khalid menjalani pemeriksaan terpisah dengan bawahannya. Dia diklarifikasi di ruang Kasi Intelijen Mohammad Isnaeni.

Informasi yang koran ini dapatkan, pemanggilan pejabat Dishub Kota Mataram itu terkait pengelolaan parkir di Kota Mataram. Hanya saja terkait matereri pemeriksaan Kadishub Kota Mataram H Khalid saat itu enggan memberikan penjelasan.

Kepada wartawanA� di depan ruang jaksa intelijen, ia mengaku kedatangannya ke Kejati NTB hanya untuk bertamu.

“Ndak, arak temoe (ada yang saya temui, Red),” kilah H Khalid dengan Bahasa Sasak. (dit/r2)

 

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost