Lombok Post
Headline Praya

Kafe Liar Makin Menjamur di Kawasan KEK Mandalika

KUTA MANDALIKA: Suasana Pantai Kuta di Desa Kuta, Pujut Lombok Tengah, kemarin (10/10). dedi/Lombok Post

PRAYA-Sejumlah kafe liar terus bermunculan di kawasan wisata Kuta Mandalika di Desa Kuta, Pujut Lombok Tengah (Loteng), mulai menjamur. Di satu sisi aparatur pemerintah desa setempatA� mengaku tidak bisa berbuat banyak.

a�?Padahal, sebelumnya sudah ditertibkan. Tapi, tumbuh lagi. Begitu seterusnya,a�? keluh Kepala Desa (Kades) Kuta Lalu Badaruddin pada Lombok Post, kemarin (10/10).

Yang berwenang menertibkan, kata Badaruddin yaitu Satpol PP, dibantu TNI/Polri. Bukan, aparatur pemerintah desa. Karena, keberadaan mereka A�dianggap A�mengganggu kenyamanan. Selain itu kafe-kafe tersebut tidak menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).A�A�A� Ia pun berharap, aparat terkait segera turun tangan. Jika tidak, maka jumlahnya semakin banyak. Tinggal menunggu waktunya saja.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Terbaru, ada di Pantai Serenting, dekat Pantai Seger. Jumlahnya, ada lima,a�? bebernya.

Lokasi kafe-kafe liar tersebut, tambah Badaruddin masuk A�di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola ITDC. Perusahaan milik negara itu pun, kelihatannya tidak berani bersikap, karena khawatir berbenturan dengan masyarakat. a�?Tapi, kita tunggu saja,a�? ujarnya.

a�?Kebetulan, para pemilik kafe itu bukan dari warga Desa Kuta. Melainkan, desa tetangga,a�? lanjut orang nomor satu diakar rumput tersebut.

Menanggapi hal itu Deputi Project Director KEK Mandalika Resort Adi Sujono Prawoto mengatakan, jumlah kafe-kafe liar dan bangunan liar lainnya, di kawasan Mandalika sebanyak 80 unit. Mereka pun, telah diberi imbauan agar membongkar bangunannya masing-masing.

Jika tidak tekan Adi-panggilan akrabnya- maka ITDC tidak segan-segan bertinda tegas. Pilihannya, mau bongkar sendiri atau dibongkarkan.

A�a�?Itu saja,a�? tegasnya.

Mereka pun, kata Adi telah diberi deadline. Karena, seluruh lahan yang digunakan, akan dimanfaatkan untuk kepentingan investasi. Termasuk, pembangunan fasilitas pendukung investasi seperti, akses jalan raya, jembatan, telekomunikasi, air bersih hingga jaringan listrik. a�?Mohon kerja samanya,a�? seru Adi.(dss/r2)

 

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost