Lombok Post
Headline Kriminal

BNN : Tembak Mati Penyelundup !

PENYELUNDUP SABU: Kepala BNN NTB Kombes Pol Imam Margono menjelaskan kronologis penangkapan Nurdin, terduga penyelundup sabu, di Kantor BNN Kota Mataram, kemarin (11/10). IVAN/LOMBOK POST

MATARAM-Terduga kurir narkotika jenis sabu, Nurdin, 46 tahun, ditangkap di Lombok International Airport (LIA), Lombok Tengah (Loteng), Selasa (10/10). Pria asal Aceh ini kedapatan membawa bubuk kristal putih diduga sabu seberat 223,95 gram.

Sabu tersebut didapatkan tim gabungam dari BNN NTB, BNN Kota Mataram, Bea Cukai, dan otoritas keamanan bandara, dari dalam tubuh pelaku. Petugas mencurigai gerak gerik Nurdin sesaat setelah turun dari pesawat.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ketika dilakukan pemeriksaan dan pemindaian terhadap tubuh pelaku, terlihat benda asing di bagian perut. Petugas lantas menginterogasi pelaku mengenai keberadaan benda asing itu. Hingga akhirnya pelaku mengakui kalau benda itu adalah sabu.

“Pelaku mencoba menyelundupkan sabu ke Lombok dengan modus memasukkan sabu ke dalam anus,” kata Kepala BNNP NTB Kombes Pol Imam Margono, kemarin (11/10).

Dalam aksinya, pelaku lebih dulu membagi barang haram tersebut menjadi empat poket. Sabu itu kemudian dibungkus menggunakan plastik silikon dan dimasukkan melalui anusnya.

Nurdin diketahui terbang dari Batam menuju Lombok menggunakan maskapai Lion Air. Sebelum tiba di Lombok, pelaku transit di Bandara Juanda, Surabaya.

Mengenai apakah sabu itu dibawa dari Batam atau Surabaya, Imam mengaku masih mendalami hal tersebut. “Semua indikasi kita kembangkan. Bisa dari Batam saat awal dia terbang atau malah dari Surabaya ketika dia transit,” ujar Imam.

Ditambahkan, terbongkarnya penyelundupan ini berkat informasi dari masyarakat. Kabar itu ditindaklanjuti tim gabungan dengan melakukan pengawasan terhadap orang-orang yang dicurigai.

“Ada info orang bawa barang, kita lacak dan ketemu,” kata mantan Wakapolda NTB ini.

Nurdin diduga berperan sebagai kurir dalam aksi penyelundupan ini. Sebab, barang yang ia bawa, rencananya akan diserahkan kepada seseorang. Hanya saja, untuk pemesan sabu dari Nurdin, identitasnya masih dirahasiakan BNN untuk kepentingan penyidikan.

Sebelum penyelundupan ini, Nurdin rupanya pernah melakukan hal serupa. Dia menyelundupkan sabu menuju Lombok dan berhasil lolos. Namun untuk jumlahnya masih didalami penyidik.

Mengenai barang bukti yang didapatkan, kata Imam, sabu seberat 223,95 gram itu diperkirakan berharga Rp 550 juta. Untuk mengantar sabu itu, Nurdin mengaku diupah Rp 5 juta.

“Sabu itu kalau diedarkan, dengan asumsi satu gram dinikmati 10 orang, bisa meracuni sekitar 2240 orang,” ungkap dia.

Dengan adanya penyelundupan itu, Imam menduga Nurdin memiliki jaringan di wilayah Lombok. Karena itu, pihaknya akan berupaya menelusuri lebih lanjut.

“Kalau datang ke sini, kemungkinan ada jaringan. Itu yang akan kita kejar,” tegas dia.

Lebih lanjut, Imam mengatakan jika Nurdin masih beruntung dengan dia yang ditangkap di LIA. Nasib berbeda akan ia alami jika petugas melakukan penangkapan di jalanan. Tindakan tegas akan diberikan kepada Nurdin.

“Kalau ditangkap di jalan, saya perintahkan tembak mati. Beruntung dia kita temukan di bandara dan sabunya ada di dalam tubuh,” kata Imam.

Menurut Imam, jika timnya mengetahui ada bandar narkotika dengan jumlah barang bukti yang signifikan dan digerebek di jalan, dipastikan akan ditembak mati. Tindakan tegas itu dilakukan karena melihat efek dari peredaran narkotika yang merusak generasi muda.

“Ini ribuan orang bisa diracuni dan saya akan tindak tegas. Kalau ada barang bukti signifikan, kita sikat. Termasuk bandarnya,” kata dia.

Atas perbuatannya, Nurdin terancam hukuman mati. Dia disangka dengan Pasal 112 Ayat 1, Pasal 114 Ayat 1, Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Nanti akan kita bawa ke BNN pusat untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas dia.(dit/r2)

 

Berita Lainnya

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa Bumi Gora Menuntut Ilmu di Benua Biru (2)

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa NTB Menuntut Ilmu di Eropa (1)

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post