Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Terminal Penumpang Bandara Bima Akan Dipindahkan

STUDI: Suasana saat konsultan dari PT Intireka Karsa Pamortya memaparkan hasil studi rencana teknik terperinci pembenahan bandara. Rusyadin/Radar Tambora

BIMA-Perlahan tapi pasti. Inilah yang pantas disematkan terhadap kinerja Kepala Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima Taslim Badaruddin. Pria asal Ternate itu diam-diam meminta konsultan untuk melakukan studi pengembangan bandara.

Studi Rencana Teknik Terinci (RTT) yang dilakukan PT Intireka Karsa Pamortya sejak awal tahun lalu, kini sudah rampung. Hasilnya, terminal penumpang akan dipindahkan ke sebelah utara bandara. Terminal saat ini akan digunakan untuk kargo dan lahan parkir.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”579″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dengan adanya pemindahan terminal bandara itu, seluruh bangunan yang ada di utara bandara seperti kantor dan gedung teknik akan dibongkar. Pengerjaannya akan dilaksanakan 2019 mendatang.

a�?Pusat sudah menyediakan anggaran. Besar anggarannya tergantung perhitungan konsultan,a�? ujar Kepala Bandara Bima Taslim Badaruddin saat mengikuti presentasi hasil studi RTT bersama konsultan dan pemerintah daerah, Selasa (10/10).

Dalam RTT tersebut, desain terminal bandara akan menggunakan konsep Katopa Jena Jara (Perlengkapan berkuda sultan berbentuk ikat kepala). Konsep tersebut untuk mengentalkan ciri daerah Bima. Meski demikian, konsep tersebut masih bisa berubah tergantung kesepakatan bersama pemerintah daerah.

a�?Konsep ini baru sementara. Masih ada yang akan kita ubah lagi. Saat presentasi, ada masukan dari pemda agar konsep bangunan diubah menjadi Uma Lengge,a�? terangnya.

Taslim mengungkapkan, terminal yang baru nanti seluas 5.000 meter persegi dengan lantai dua sebagai ruang tunggu. Sementara penambahan runway sepanjang 500 meter. Di samping itu, kata dia, sungai yang memotong lintasan akan segera direlokasi.

a�?Perpanjangan runway ini hanya soal sungai. Pemda bahkan sudah membebaskan lahannya. Tinggal kita action saja,a�? tegasnya.

Kata dia, meski hasil studi sudah final, bukan berarti pemberkasan dan dokumen sudah selesai. Tapi masih ada satu tahapan lagi yang harus dilalui.Pria berkacamata ini mengaku sudah lama mengajukan pengembangan bandara. Namun pekerjaannya secara bertahap.

“Tahun 2018 akan diurus AMDAL. Pengembangan bandara ini disesuaikan dengan rencana pelebaran jalan dan normalisasi sungai. Makanya berbagai pihak harus dilibatkan,” terangnya.

Dia menegaskan, saat ini bandara sudah dilandasi boeing. Artinya, bandara sudah siap menjadi bandara berstandar internasional.

a�?Jika studi RTT sudah rampung, Bima akan jauh lebih maju,a�? pungkasnya. (edo/r4)

 

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost