Lombok Post
Headline Metropolis

Warga Dilarang Memanjakan Pengemis Jalanan

TIDAK MENDIDIK: Seorang anak meminta minta di seimpang empat Sweta, Kota Mataram, Selalsa (10/10). IVAN/ LOMBOK POST

MATARAM-Usaha Kota Mataram menjaga statusnya sebagai Kota Layak Anak, seketika mendapat ancaman. Beberapa minggu terakhir, anak jalanan semakin banyak yang meminta-minta di traffic light.

Fakta itu ditemukan Lombok Post. Salah satunya di simpang empat Sweta, Kecamatan Sandubaya. Dengan wajah iba, beberapa anak meminta kepada setiap pengguna jalan yang berhenti untuk mengikuti aturan lampu merah. Ada yang menyanyi seadanya, ada juga yang buka baju dan mengangkat tangannya.

Parahnya, mereka tidak berada di satu lokasi dalam waktu yang lama. Tapi nomaden. Mereka berpindah-pindah, dari satu perempatan ke perempatan lainnya. Seolah mereka tahu, dan mewaspadai setiap pengguna jalan yang bisa jadi merupakan petugas khusus dari Dinas Sosial Kota Mataram.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Salah satu anak yang sempat diwawancara Lombok Post mengaku, ia turun ke jalan bersama bapaknya. a�?Untuk uang sekolah. Kami setor ke bapak,a�? katanya sambil berlari. Menjauh.

Fakta ini semakin mempersulit kerja Pemkot Mataram. Jangankan untuk naik ke tingkat madya, menjaga pratamanya saja, sulit.

Apalagi, kejadian banyaknya anak jalanan yang mengemis di traffic light tak terdeteksi oleh dinas terkait. Bahkan, ketika Lombok Post menceritakan fakta ini ke Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, Dewi Mardiana Ariany, ia terlihat terkejut.

Seketika, Dewi mengambil bolpoin dan selembar kertas. Ia kemudian mencatat lokasi di mana anak-anak jalanan itu berada.

Dewi mengatakan, anak-anak yang masih terlihat di jalanan Kota Mataram, seringkali merupakan anak-anak kiriman dari daerah tetangga. Namun, meskipun begitu, dampaknya terhadap nama Kota Mataram sebagai kota yang mendapat predikat Kota Layak Anak Pratama, tetap saja tercemar.

a�?Itu bagian dari penilaian. Jadi anak jalanan tidak boleh ada di Kota Layak Anak,a�? ujar Dewi.

Karena itu, Dewi tidak bisa melepas persoalan begitu saja. Karena bagi DP3A Kota Mataram, Anak tetaplah anak. Tidak penting dia dari daerah mana.

Kata Dewi, semua harus dirangkul. Dibina. Karena anak merupakan tanggung jawab bersama.

Adapun untuk menyelesaikan persoalan seperti itu, Dewi menegaskan kembali, bahwa di sinilah peran serta semua pihak dalam menangani kasus anak. Termasuk juga semua dinas terkait, lembaga pendidikan, ormas, toga, toma, dan semua elemen penting lainnya.

a�?Untuk masalah ini, kita akan segera koordinasikan dengan Dinas Sosial, dan petugas dari Satpol PP untuk menertibkan mereka,a�? kata Dewi menerangkan langkah pasti yang akan dilakukannya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Nyanyu Ernawati juga menyayangkan pihak-pihak yang memanfaatkan anak-anak jalanan. Menurutnya, para pengguna jalan sebaiknya tidak memberikan uangnya kepada anak-anak yang mengemis itu.

Jika ingin membantu anak-anak jalanan, kata Nyayu, lebih baik diberikan kepada lembaga-lembaga resmi yang sudah terbukti melakukan kerja-kerja sosial. Sehingga, mereka bisa menyalurkan dana tersebut melalui program untuk anak-anak jalanan.

Karena percuma saja jika memberikan anak-anak jalanan tersebut uang. Bukannya bermanfaat. Tapi secara tidak langsung, masyarakat yang memberikan tersebut bisa membuat anak-anak semakin nyaman di jalanan.

Sebaiknya, lanjutnya, pemerintah segera memasang imbauan untuk tidak memberikan sumbangan kepada anak jalanan. a�?Biasanya ada petugas yang memantau di jalan. Itu dari Dinas Sosial,a�? pungkas Nyayu. (cr-tih/r5)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost