Lombok Post
Giri Menang

Peredaran Narkoba di Lobar Mengkhawatirkan

INTIP PENGHUNI KOS: Sejumlah personel Polsek Senggigi memeriksa kondisi kos-kosan di Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Selasa (11/10). kos-kosan dianggap tempat yang rawan terkait peredaran Narkoba. DEWI/LOMBOK POST

GIRI MENANG-Kawasan wisata merupakan pasar empuk untuk pengedar narkoba melancarkan aksinya. Kondisi ini menimbulkan kecemasan. Sebab, besar kemungkinan para wisatawan yang berasal dari luar daerah dan luar negeri ikut membawa masuk dan menyebarkan narkoba pada masyarakat lokal. Khususnya generasi muda.

a�?Sebagai penegak hukum, tentu kami sangat geram,a�? kata Kapolsek Labuapi Iptu Sugeng Aristo saat menyampaikan materi sosialisasi bahaya Narkoba di kantor Camat Labuapi, kemarin (12/10).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Menurutnya, narkoba adalah urat dari segala kejahatan. Sebab, dari setiap aksi kejahatan yang ditindak Polsek Labuapi, didasari untuk mendapatkan narkoba. Mulai dari aksi pencurian, penjambretan, hingga pemerasan.

Karena itu, ia meminta kepada generasi bangsa untuk berani menolak narkoba. Begitu juga kepada orang tua dalam pengawasannya, diharapkan semakin ketat. Sinergitas masyarakat sekitar pun diperlukan.

Masyarakat diminta untuk berani melaporkan bila ada hal-hal yang dicurigai. a�?Tidak melaporkan pun ada kena pasalnya, pasal 131 di UU Nomor 35 Tahun 2009. Mari sama-sama kita berantas narkoba,a�? imbaunya.

Kepala Bidang Sosialisasi dan Penyuluhan Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB Ary Setyo Prabowo menyampaikan, penyalahgunaan narkoba di Lobar harus ditekan. Itu bisa dimulai dari wilayah pariwisata. a�?Senggigi misalnya. Daerah wisata ini berkaitan dengan pekerja wisata dan orang-orang dari luar negeri, di situlah rentannya,a�? kata dia.

Menurutnya, peredaran narkoba di daerah wisata, harus diwaspadai. Sebab pintu masuk bisa melalui udara, darat, dan laut. Untuk laut, narkoba tidak hanya bisa masuk melalui pelabuhan resmi, tetapi juga pelabuhan-pelabuhan kecil.

a�?Barangnya (narkoba) bisa diturunkan melalui Pantai Gading, Ampenan, dan lainnya yang kemudian perahu-perahu kecil yang mengambilnya,a�? jelas Ary.

Dari pantauan BNN, peredaran narkoba di Lobar dengan perkembangan wisatanya masuk kategori rentan. a�?Kami berterima kasih pada bupati yang sudah mau melakukan MoU. Satgas juga semakin banyak, BNN juga semakin efektif dalam menindak,a�? tutupnya. (ewi/r5)

 

Berita Lainnya

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost