Lombok Post
Headline Selong

Warga Pringga Jurang Utara Tanam Pisang di Badan Jalan

BELUM BERBUAH: Sejumlah pohon pisang terlihat ditanam di tengah badan jalan Desa Pringga Jurang Utara kemarin (12/10). Hal ini sebagai bentuk protes warga terhadap Pemkab Lotim. TONI/LOMBOK POST

SELONG-Protes warga terkait kondisi jalan yang rusak parah di dua kecamatan berlanjut. Ratusan pohon pisang berjejer di badan jalan menghalangi setiap kendaraan yang lewat. Aksi penanaman pohon pisang massal di tengah jalan ini sebagai bentuk protes warga terhadap pemerintah daerah Lombok Timur (Lotim) yang dinilai kerap ingkar janji.

“Puluhan tahun kita dijanjikan sampai sekarang masih seperti ini. Ini bukan jalan, ini parit makanya lebih cocok ramai-ramai ditanami pisang,” ujar Ramini salah seorang warga Desa Pringga Jurang UtaraA� kepada wartawan.

Sepanjang kurang lebih empat kilometer, batang pisang segar terlihat ditanam di tengah jalan yang memang rusak parah. Batu kerikil bercampur tanah dengan hiasan lubang tersebar dimana-mana. Membuat kondisi Jalan dari Dusun Penangkar menuju Joben Otak Kokok sudah tidak karuan bentuknya. “Dari sini sampai Joben sudah itu ditanami pisang sama warga,” cetus sejumlah warga menahan rasa kesal.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sementara Kepala Desa Pringga Jurang Utara Abdul Hali mengaku kerusakan jalan yang sangat parah sudah lama. Tahun 2014 warga mengusulkan perbaikan. Puncaknya mereka melakukan hearing ke DPRD tahun 2015 lalu. Oleh Kabid Binamaraga Dinas PU Lotim saat itu, warga dijanjikan perbaikan jalan ini dan dianggarkan tahun 2016. Namun sampai saat ini belum juga ada realisasinya. “Masyarakat kami merasa tidak pernah direspon makanya mereka melaksanakan protes seperti ini (menanam pisang, Red),” ungkap Halim.

Tidak hanya memblokir jalan, warga juga mengancam Pemda Lotim tidak akan menjamin keamanan aset Pemda yang berada di wilayah tersebut. Misalnya seperti aset PDAM Lotim hingga area parkir yang dibangun di wisata Joben Otak Kokok. “Ada sumber mata air PDAM di sini. Masyarakat tidak bisa bertanggung jawab kalau ada hal yang tidak diinginkan terjadi jika terus seperti ini, jelasnya.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Lotim Lalu Hasan Rahman bersama rombongan setelah meninjau kondisi jalan mengakui bahwa kerusakan memang sangat parah. Sehingga ia meminta eksekutif harus memiliki data kondisi jalan yang rusak seperti ini agar bisa memetakan mana yang harus menjadi prioritas. “Ini kan jalan menuju destinasi pariwisata. Semua orang bisa melihatnya, jadi harusnya ini menjadi klaster pertama,” ucapnya.

karena kondisi jalan ini dinilai bisa mempengaruhi imej pariwisata Lotim. “Kalau jalan pariwisata saja seperti ini apalagi jalan yang lain. Kan orang berpikir seperti itu,” imbuhnya.

Sehingga, setelah berkomunikasi dengan pihak Dinas PU, Pemkab berjanji akan memprioritaskan perbaikan jalan ini di APBD tahun 2018. “Insya Allah 2018 ini akan dianggarkan sekitar Rp 5 miliar. Ini akan jadi prioritas, jadi kami harap PU dan Bupati berkomitmen dan kami akan mengawalnya,” tegasnya.

Selain di Desa Pringga Jurang Utara, dewan juga menyambangi kondisi jalan yang serupa di Desa Pringgasela. Tak kalah parah dari Pringga Jurang, kondisi jalan di Dusun Kedondong Desa Pringgasela juga ditanami warga pisang sebagai bentuk protes terhadap Pemkab. “Bedanya ini panjangnya sekitar dua kilometer. Ini juga akan menjadi bahasan kami bersama Dinas PU,” pungkasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost