Lombok Post
Giri Menang Headline

Budidaya Ikan Air Tawar Terkendala Pakan

BERI IKAN MAKAN: Petani ikan di Dusun Bae, Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lobar, sedang memberi pakan untuk ikan-ikan di kolamnya, kemarin (12/10) Fatih/Lombok Post

GIRI MENANG-Usaha budidaya ikan air tawar di Kecamatan Lingsar tetap eksis. Namun belakangan tidak semua pembudidaya ikan air tawar ini dapat bertahan. Beberapa dari mereka sudah gulung tikar.

Muhammad, Kepala Dusun Bebae, Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lobar mengatakan, dalam budidaya ikan, ketersediaan air bukan jaminan.

a�?Air melimpah, namun pakan tidak ada, ya ikannya pasti mati juga,a�? terang Muhammad.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Pakan ikan yang dijual di toko, dinilainya cukup mahal, sehingga tidak terjangkau petani ikan. Beberapa di antara mereka akhirnya terpaksa membuat pakan sendiri.

Namun bukan itu saja masalahnya. Kebanyakan pembudidaya ikan air tawar ini tidak tak tahu cara memasarkan ikannya. Karena itulah, menurut Muhammad, beberapa pembudidaya, sudah gulung tikar.

a�?Harga pakan yang mahal, dengan harga jual yang tak bisa diprediksi, membuat kebanyakan penambak ikan di Dusun Bebae terpaksa menutup usaha tersebut,a�? ungkapnya.

Rahman, salah satu petani ikan mengaku, pemda belum turun mengatasi permasalahan yang dialami petani ikan. Menurutnya, jangankan diberi bantuan pakan, diberi penyuluhan tentang bagaimana membudidaya ikan air tawar saja tidak pernah.

a�?Apalagi cara memasarkannya,a�? tandas Rahman.

Menurut Rahman, kolam ikan warga di Dusun Bae memang cukup banyak. Ia mengaku, banyak pemuda di Dusun Bebae yang menjadi petani ikan, karena tidak memiliki pekerjaan lain. Ia berharap, pemerintah memperhatikan petani ikan di dusunnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lobar H Subandi menjelaskan setiap tahun pihaknya mempunyai program penyuluhan dan bantuan kepada kelompok pembudidaya ikan.

a�?Ada tim penyuluh yang kita bagi di semua kecamatan. Selain itu ada juga penyuluh perikanan non PNS,a�? terang Subandi.

Adapun pembudidaya yang belum mendapatkan bantuan dan penyuluhan, menurut Subandi, hal itu disebabkan karena mereka belum mempunyai Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) air tawar. Sebab bantuan yang diberikan berdasarkan proposal.

a�?Syarat untuk mengajukan proposal, harus punya kelompok. Dan harus mengetahui penyuluh,a�? tegas Subandi.

Subandi berharap, para pembudidaya ikan bisa aktif dalam kelompoknya. Sehingga bisa mengajukan proposal bantuan. (cr-tih/r3)

 

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost