Lombok Post
Headline Tanjung

Pembangunan Open Stage Gili Trawangan Gagal

BELUM DIMANFAATKAN: Tampak beberapa ekor kambing mencari makan di depan tenda-tenda yang disiapkan untuk PKL Pasar Seni Gili Trawangan di lokasi baru. Tenda itu tampak sudah lusuh karena tidak juga dimanfaatkan oleh pedagang. PUJO/LOMBOK POST

TANJUNG-Rencana Dinas Kebudayaan dan PariwisataA� (Disbudpar) Lombok Utara membangun panggung terbuka (open stage) di Gili Trawangan pada tahun ini gagal. Pembangunan yang rencananya membutuhkan anggaran Rp 1 miliar ini, menjadi salah satu kegiatan yang dirasionalisasi pemkab. Ini karena pengurangan dana perimbangan oleh pusat. a�?Ini dirasionalisasi karena ada kendala juga,a�? ujar Kepala Disbudpar Lombok Utara H. Muhammad, kemarin (13/10).

Ditambahkan Muhammad, kendala yang dihadapi adalah lahan yang akan dibangun open stage ternyata belum jelas. Sebelumnya pemkab berencana membangun di lokasi pasar seni Gili Trawangan. Namun pedagang yang sehari-hari berjualan di pasar seni rupanya tidak mau pindah ke lokasi yang sudah disiapkan. a�?PKL di sana tidak mau pindah jadi kita tidak bisa membangun di sana,a�? cetusnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”94″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Menurut Muhammad, pemerintah sudah menyiapkan lahan pengganti yang bisa ditempati PKL untuk berjualan. Lokasi lahan baru tersebut berada di tengah pulau. Namun karena faktor letak lahan yang berada di dalam inilah menjadi penyebab PKL tidak mau pindah. a�?Pedagang khawatir tidak ada pembeli kalau berjualan di lahan yang sudah disiapkan,a�? cetusnya.

Lebih lanjut, Muhammad mengatakan, pemkab akan mengambil langkah-langkah pendekatan terlebih dulu. Agar PKL mau pindah ke lahan yang sudah disiapkan tersebut. Bahkan tidak menutup kemungkinan pemerintah akan melakukan penertiban jika pedagang tidak juga pindah ke lokasi pengganti yang sudah disiapkan. a�?Nanti kita coba bicara dengan pedagang,a�? katanya.

Dengan batalnya pembangunan open stage ini, Muhammad belum bisa memastikan apakah akan dilakukan penganggaran kembali pembangunan open stage pada 2018 mendatang. a�?Padahal itu (open stage) sangat strategis, tapi akan kita coba lagi tahun depan,a�? ungkap mantan Kepala Kesbangpol Lombok Utara ini.

Terpisah, salah seorang pedagang di pasar seni Gili Trawangan Hadi mengungkapkan, dia tidak ingin pindah ke tempat baru yang sudah disiapkan karena lokasinya sepi dan jauh dari keramaian. a�?Di sana sepi, apalagi tempatnya jauh di dalam. Kalau memang mau mindah kami carikan lokasi yang strategis,a�? pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Banggar DPRD Lombok Utara Ardianto berharap pemerintah dalam merencanakan sesuatu harus dilakukan dengan matang. Jangan sampai sudah berencana membangun tetapi gagal karena perencanaan tidak matang. Seperti pembangunan open stage ini. a�?Makanya dari awal harus benar-benar siap dulu, jangan seperti ini. Kalau memang belum jelas kenapa harus dianggarkan kemarin,a�? tandasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost