Lombok Post
Kriminal

Si Tukang Parkir Cabul Tertangkap

PELAKU TINDAK ASUSILA: Apang dan Bejo ditangkap polisi karena diduga melakukan tindak asusila terhadap anak pada Mei lalu. Aksi keduanya terbongkar dan polisi berhasil menangkap mereka pada Selasa (12/10). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM–Polisi berhasil mengungkap kasus pelecehan seksual terhadap EI, 17 tahun, siswi SMA asal Lombok Tengah (Loteng). Dua pria, yakni Apang, 25 tahun dan Bejo 32 tahun, diduga sebagai pihak yang bertanggungjawab atas tindak asusila tersebut.

Menurut keterangan polisi, aksi bejat kedua pelaku terjadi sekitar Mei lalu. Apang membawa kabur korban dari kediamannya di Loteng dengan alasan untuk menonton konser musik. Ternyata, korban malah dibawa menuju salah satu hotel melati di Kota Mataram.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Saat berada di hotel tersebut, Apang yang merayu EI. Dia berjanji akan menikahi EI namun dengan syarat harus menuruti permintaan bejat pelaku.

a�?Pelaku memang sudah berniat jahat. Kamar hotel sudah dipesan mereka dan korban dipaksa saat di bawa ke Mataram,a�? kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad, kemarin (13/10).

Setelah melancarkan aksi bejatnya, kedua pelaku yang bekerja sebagai tukang parkir ini, meninggalkan korban begitu saja di kamar hotel.

a�?Saat korban sadar, dia melapor ke pegawai hotel dan diteruskan ke

Bhabinkamtibmas. Dari sana kita langsung melakukan penyelidikan,a�? beber dia.

Polisi membutuhkan waktu empat bulan untuk mengungkap pelaku tindak asusila terhadap EI. Ini karena korban tidak mengetahui dengan pasti siapa nama pelaku. Dari keterangan EI kepada petugas, dia baru dua minggu berkenalan dengan Apang.

Meski demikian, penyelidikan polisi membuahkan hasil. Pada Kamis (12/10), Apang dan Bejo ditangkap di kediaman mereka masing-masing. Apang ditangkap di Lombok Barat, sementara Bejo di Lombok Tengah.

a�?Mereka mengakui kalau sudah melakukan persetubuhan itu,a�? katanya.

Atas perbuatan kedua pelaku, mereka disangka dengan Pasal 81 Ayat 1 Jo Pasal 76 D dan Pasal 82 Ayat 1 Jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya mencapai 15 tahun mendekam di dalam penjara.

Ditambahkan Kapolres, guna mencegah hal serupa terulang, jajarannya akan mengawasi sejumlah penginapan dan hotel di wilayah hukum Polres Mataram. Pengawasan itu akan melibatkan Pemkot Mataram melalui beberapa instansi yang berwenang.

a�?Iya agar jelas status siapa yang menginap,a�? pungkas dia.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost