Lombok Post
Selong

Ali BD: Silakan Tanam Pisang Sampai Berbuah, Terkait Protes Warga Pringga Jurang Utara

BELUM BERBUAH: Sejumlah pohon pisang terlihat ditanam di tengah badan jalan Desa Pringga Jurang Utara kemarin (12/10). Hal ini sebagai bentuk protes warga terhadap Pemkab Lotim. TONI/LOMBOK POST

SELONG-Bupati Lombok Timur Ali BD menanggapi langkah warga Desa Pringga Jurang Utara dan Pringgasela yang menanami badan jalan dengan pohon pisang. Bupati yang identik dengan kacamata hitam tersebut menjawab santai tuntutan warga yang meminta Pemkab Lotim segera memperbaiki kerusakan jalan di desanya.

“Kalau ada orang menanam pohon pisang, baik kalau sampai berbuah. Sehingga dia bermanfaat. Tetapi agak pinggiran dia tanam jangan di tengah-tengah,” ujarnya sambil tertawa kepada wartawan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dijelaskannya, kritik yang dilakukan oleh masyarakat harus berdasarkan data yang kuat. Sehingga jika warga memaksa tetap melakukan aksinya menanam pisang di badan jalan, ia mengaku tak masalah. Hanya saja Ali BD menyayangkan warga sendiri yang nanti akan merasakan dampaknya tidak bisa melewati jalan tersebut.

“Pembangunan itu ada tahap. Itu bukan satu-satunya jalan menuju akses pariwisata Joben. Itu wilayah perluasan baru, saya tahu mana yang harus diprioritaskan atau tidak,” tegas Ali BD.

Sehingga, jika warga protes dengan cara menanam pisang, langkah tersebut dinilai keliru. “Kenapa cuma pisang saja yang di tanam, pepaya jagung atau yang lainnya silakan sampai berbuah. Tapi jangan ditengah-tengah, di pinggir ya,” celetuknya kembali tertawa.

Ali BD mengaku pembangunan infrastruktur menjadi salah satu priorotas RPJMD. Ia sudah merencanakan pembangunan dan perluasan jalan dari Montong Baan sampai wilayah tersebutA� itu dari APBN. “Sayangnya duitnya nggak keluar karena ada potongan. Tapi bisa di lihat sendiri, banyak jalan di wilayah sana yang sudah diaspal,” paparnya.

Sehingga, dengan anggaran yang terbatas ia menegaskan Pemkab Lotim harus mengambil langkah prioritas. “Kami akan prioritaskan pembangunan jalan, itu pasti ada. Tapi saya tidak bisa ditekan ya,” tegasnya.

Terkait sindiran dewan yang menilai dirinya kurang fokus bekerja dan jarang turun ke lapangan, pria yang akrab disapa Amaq Asrul itu membantah hal tersebut.

“Kalau DPRD minta penjelasan silakan. Jangan bilang tidak fokus. Saya sudah turun ukur jalan yang rusak itu hanya sedikit sekitar tiga kilometer. Jangan ngarang-ngarang saya sudah tahu,” ungkapnya.

Sebelumnya Ketua Komisi IV DPRD Lotim Lalu Hasan Rahman mengkritik bupati dan wakil bupati Lotim yang dinilai kurang fokus bekerja jelang akhir jabatannya. “Kami hanya berharap mereka turun ke lapangan sehingga tahu kondisi masyarakat seperti apa,” pinta Hasan.

Menurut politisi Golkar tersebut butuh komitmen antara kepala daerah dan dewan bersama-sama menghadapi persoalan yang ada saat ini. Tidak hanya pada persoalan infrastruktur, melainkan juga persoalan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan persoalan lainnya. Jika hanya dewan saja yang bertindak tanpa ada eksekutif ia menilai persoalan akan sulit diselesaikan. Begitu pun sebaliknya.

“Saya melihat baik bupati maupun wakil bupati kurang fokus bekerja saat ini menyelesaikan persoalan daerah dan masalah yang dihadapi masyarakat,” sindirnya.

Dari hasil koordinasi dengan Dinas PU Lotim, dewan mengaku akan memprioritaskan pembangunan jalan di Desa Pringga Jurang Utara. Anggaran yang disiapkan tahun 2018 mendatang direncanakan mencapai Rp 5 miliar untuk perbaikan jalan yang kini ditanami pisang oleh warga. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost