Lombok Post
Headline Kriminal

Jaksa Periksa Mantan Karo Ekonomi NTB

DIPERIKSA: Mantan Karo Perekonomian Pemprov NTB Manggaukang Raba terlihat menuju ruang penyidik di lantai dua gedung Pidsus Kejati NTB, kemarin (16/10). Dia menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi merger PT BPR NTB DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Penyidikan dugaan korupsi merger BPR NTB terus digenjot Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Kemarin (16/10), jaksa melanjutkan pemeriksaan saksi dari Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov NTB. Ada tiga orang yang dipanggil, salah satunya mantan Kepala Biro (Karo) Perekonomian Manggaukang Raba.

Pemeriksaan terhadap Manggaukang dilakukan ruang jaksa penyidik, di lantai dua gedung Pidsus Kejati NTB. Dia datang bersama dua rekannya, salah satunya Mohammad Abduh, sekitar pukul 09.30 Wita.

Pemanggilan terhadap pejabat Pemprov ini, masih terkait dugaan korupsi merger PT BPR NTB. Saat proses merger bergulir, yang bersangkutan menjabat sebagai Karo Perekonomian. Di dalam Biro Perekonomian terdapat salah satu subbagian, yakni Perusda dan BUMD, yang terkait langsung dengan BPR NTB.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Saat disinggung mengenai pemanggilannya itu, Manggaukang mencoba untuk menutupinya. Dia tidak membantah namun tidak juga mengiyakan, jika kedatangannya terkait kasus dugaan korupsi merger PT BPR NTB.

“Tanya humas (Kejati) saja ya,” kata Manggaukang yang kini menjabat Staf Ahli Gubernur NTB, kemarin (16/10).

Pantauan A�koran ini, sekitar pukul 13.15 Wita, Manggaukang terlihat masuk kembali ke ruang jaksa penyidik. Kata dia, pemeriksaan dari jaksa belum selesai, karena itu dilanjutkan kembali usai waktu istirahat.

“Iya ini mau lanjut lagi,” ujarnya singkat.

Sementara itu, juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan membenarkan adanya pemeriksaan lanjutan untuk kasus merger PT BPR NTB. Jaksa A�mengaku masih membutuhkan keterangan dari sejumlah pihak untuk membuat terang perkara itu, salah satunya pemanggilan terhadap Manggaukang Raba, kemarin.

“Masih pemeriksaan lagi,” kata Dedi membenarkan.

Menurut Dedi, jaksa terus mendalami proses merger 8 perusahaan daerah (PD) BPR NTB. Pendalaman ini dilakukan dari keterangan sejumlah saksi yang telah dipanggil penyidik.

“Iya ini kan biar kuat dasarnya. Keterangan yang diambil tentu akan menambah bukti-bukti untuk penyidikan,” jelas dia.(dit/r2)

 

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost