Lombok Post
Kriminal

Solar Picu Kebakaran Gudang PLN

SISA KEBAKARAN: Salah seorang pegawai PLN menggulung selang yang digunakan untuk mendinginkan material yang terbakar di gudang material PLN Ampenan, Kota Mataram, beberapa waktu lalu. Hasil uji labfor menunjukkan adanya residu solar dalam kebakaran yang menghanguskan puluhan gulungan kabel itu. IVAN/LOMBOK POST

MATARAM-Hasil uji laboratorium terhadap sisa kebakaran di gudang terbuka PLN Wilayah NTB menunjukkan hasil mengejutkan. Dari sampel yang diambil dan diuji laboratorium forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Denpasar, terdapat residu solar sebagai bahan yang mempercepat nyala api.

Kasubbag Humas Polres Matatam AKP Arnawa mengatakan, hasil labfor telah diterima Satreskrim Polres Mataram. “Sudah kami terima. Ada bekas solar dari sisa kebakaran,” kata dia, kemarin (16/10).

Keluarnya hasil labfor itu, akan segera ditindaklanjuti tim Satreskrim Polres Mataram. Apalagi dengan hasil yang menunjukkan adanya residu solar sebagai bahan yang mempercepat nyala api.

Menurut Arnawa, pihaknya akan mengagendakan kembali pemeriksaanA� sejumlah saksi. Permintaan keterangan juga akan dilakukan terhadap petugas gudang PLN yang saat terjadinya peristiwa kebakaran, tengah menjalankan tugasnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Masih kita lakukan penyelidikan kembali, beberapa saksi akan kita panggil lagi,” kata Arnawa.

Disinggung adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa itu, Arnawa menolak mengomentarinya. Kepolisian belum dapat menyimpulkan apapun, sebelum rampungnya hasil penyelidikan.

Diketahui, kebakaran hebat melanda gudang areal terbuka milik PLN Wilayah NTB di Tanjung Karang, Kota Mataram, Agustus lalu. Si jago merah melalap A�puluhan gulungan kabel di areal gudang.

Polisi telah melakukan serangkaian penyelidikan. Termasuk meminta bantuan tim Labfor untuk mengambil sampel tanah dan kabel bekas kebakaran.

Lokasi gudang milik PLN NTB merupakan area steril. Hanya orang-orang yang berkepentingan saja yang bisa masuk ke dalam.

Bukan itu saja, di dalam gudang, baik yang terbuka maupun tertutup, tidak diperkenankan untuk merokok. Karena itu, kabar adanya pembakaran sampah di areal gudang terbuka, tentu menimbulkan kecurigaan. Sebab lokasi tersebut merupakan wilayah steril.(dit/r2)

 

Berita Lainnya

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

Absen Kerja, Sukatra Ditemukan Tak Bernyawa

Redaksi LombokPost

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost