Kriminal

Polisi Limpahkan Berkas Kades Mambalan

MATARAM-Berkas dugaan pungutan liar (Pungli) pembuatan sertifikat melalui prona, di Desa Mambalan, Lombok Barat (Lobar), dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram. Proses Tahap I ini akan ditindaklanjuti jaksa dengan meneliti kelengkapan berkas.

Kapolres Mataram AKBP Muhammad mengatakan, pelimpahan dilakukan penyidik kepolisian usai merampungkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak. Beberapa keterangan saksi dan tersangka, dirampungkan dalam satu berkas perkara milik Kades Mambalan dengan inisial LAY.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Sudah dilimpahkan ke kejaksaan,” kata Muhammad, kemarin (26/10).

Setelah pelimpahan itu, penyidik kepolisian tinggal menunggu hasil telaah dari jaksa peneliti. Jika masih terdapat kekurangan, berkas perkara akan dikembalikan untuk dilengkapi penyidik.

“Iya kita tunggu saja. Kalau ada kekurangan, tentu dikembalikan jaksa. Nantinya dalam pengembalian itu ada sejumlah petunjuk,” ujar dia.

Terpisah, Kasipidsus Kejari Mataram Andritama Anasiska membenarkan, bahwa berkas perkara kasus dugaan pungli prona Desa Mambalan telah diterima. Prosesnya kini berada di tangan jaksa peneliti untuk menelaah hasil penyidikan kepolisian.

“Kita punya waktu 14 hari untuk meneliti. Kalau lengkap, bisa langsung dinyatakan P21. Tapi kalau masih ada kekurangan kita kembalikan lagi,” kata Andritama.

Sedikit mengulas, LAY dilaporkan dengan tuduhan pungli untuk pengurusan sertifikat Prona tahun 2016. Laporan yang disampaikan Gerakan Masyarakat Peduli Desa (Gema-Pedes) Mambalan diberikan ke Polres Mataram pada pertengahan Januari lalu.

Dalam laporannya, pelapor melampirkan kuitansi sebagai bukti penyerahan uang dari masyarakat. Sedikitnya ada 19 kuitansi yang diserahkan sebagai alat bukti. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya menaikkan perkara ke penyidikan di Agustus lalu dan menetapkan LAY sebagai tersangka di akhir September.

Jumlah nominal uang yang disetor warga juga bervariasi. Ada yang menyerahkan uang dengan jumlah ratusan ribu. Dalam penyerahan tersebut, disertai dengan kuitansi sebagai bukti pembayaran.(dit/r2)

 

Related posts

Imbau Warga Bima Jaga Kamtibmas

Redaksi Lombok post

Izin Diksar Mapala UII Cacat

Redaksi Lombok post

Audit Kemenhut Hambat Kasus Sekaroh

Redaksi Lombok post