Lombok Post
Headline Metropolis

Karang Bagu Bakal Bebas Narkoba!

DEKAT WARGA: Dari kiri ke kanan, Kepala BNN Kota Mataram Nur Rachmat, Kepala BNN NTB Brigjen Pol Imam Margono, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, dan Wakapolres Mataram Kompol I Made Banduwarsa saat mendengar aspirasi masyarakat Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kota Mataram, kemarin (27/10). Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAMa��Kepala Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara Sahrun menyambar pengeras suara. Ia berdiri di depan beberapa tokoh penting dan puluhan warganya. Setelah membuka dengan salam, ia menarik nafas panjang. Sahrun hanya membuat kalimat pembuka yang pendek.

a�?Terima kasih, akhirnya inilah bentuk doa kami yang terijabah,a�? ujar Sahrun saat peresmian Posko Terpadu Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan setempat kemarin (27/10).

A�Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”149″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sampai di sini suaranya hilang. Semua mata menoleh ke arahnya. Beberapa bertanya-tanya, kenapa pria berkumis itu, memilih diam beberapa saat lamanya. Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana juga terlihat beberapa kali memperhatikan Sahrun.

Setelah itu, suara Sahrun kembali terdengar. Namun Intonasi suaranya kali ini terdengar bergetar. Sahrun seperti tengah menenangkan dadanya yang sedang bergemuruh. Ia menarik nafas berulang kali.

a�?Jangan jadikan kami lagi sebagai ladang peredaran narkoba,a�? kata ia lalu terpotong.

Sahrun kembali diam. Ia sudah tak mampu menahan gejolak hati. Bulir-bulir air mata menitik dari pelupuk mata. Jari-jemarinya yang keras ia gunakan untuk menyapu air mata. Beberapa saat Sahrun kembali diam.

Sampai akhirnya, terdengar tepuk tangan hadirin semakin lama, semakin bergemuruh kencang. Menyemangati pria itu, agar tetap tegar.

Lingkungan Karang Bagu selama ini banyak dicap sebagai kawasan merah peredaran narkoba. Sahrun menyadari, membatasi peredaran narkoba di lingkungannya bukan persoalan yang mudah. Ia menghadapi kekuatan besar di balik peredaran narkoba yang masif di sana. Pelakunya sebagian besar dari luar lingkungan. Bahkan beberapa oknum aparat, pernah kedapatan bertransaksi di sana.

a�?Tapi saya tidak akan menyerah. Karena itu, kami butuh dukungan dari bapak-bapak. Kami berharap bisa bebas dari persoalan ini,a�? ujarnya.

Sahrun menyebut Karang Baru hanyalah korban. Banyak orang dari luar lingkungannya, masuk di kawasan itu, lalu bertransaksi. Namun yang dapat getah adalah Karang Baru.

a�?Kami ingin seperti lingungkungan-lingkungan lain, kami ingin seperti daerah lain yang aman tentram dan namanya tidak tercemar,a�? imbuhnya.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mendengar pidato Sahrun dengan sangat serius. Ekspresi wajahnya nyaris tak berubah. Namun setelah mendapat kesempatan berpidato, Mohan lantas menegaskan dukungannya memberantas narkoba di wilayah tersebut.

Mohan menegaskan, dia akan selalu menyediakan waktu untuk membahas persoalan yang dihadapi warga Karang Bagu. Selain itu dengan nada mantap, ia siap mengawal dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki, setiap program yang positif dan mengarahkan warga untuk berubah menjadi lebih baik.

a�?Saya akan berusaha mewujudkan apa yang diinginkan warga,a�? jelasnya.

Di kesempatan itu, Mohan secara khusus meminta aparat kecamatan dan kelurahan untuk memberikan perhatian lebih pada Karang Bagu. Bukan malah dikucilkan dan dijadikan zona merah.

Menurut Mohan mereka tidak boleh ditinggalkan. Mereka harus terus diawasi, dibimbing, hingga dipastikan mengalami perubahan berarti. Termasuk pada generasi muda Karang Baru.

a�?Tahun depan harus ada perubahan,a�? kata Mohan.

Sementara itu, Kepala BNN NTB Brigjen Pol Imam Margono memastikan BNN terlibat dalam proses pemulihan kawasan Karang Baru. Saat itu juga Imam meminta warga untuk bekerja sama melakukan pengawasan dan secara aktif ikut melapor jika ada transaksi narkoba di tempat itu.

a�?Saat ada penangkapan atau pengejaran terhadap pelaku narkoba, saya harap bapak ibu tidak ikut terlibat menyembunyikan mereka,a�? tandas Imam.

Ia kemudian mengangkat salah satu kasus saat ada oknum polisi asal Lombok Tengah yang membeli barang haram itu di kawasan Karang Baru. Imam menyadari posisi warga memang sangat berat. Apalagi ada beberapa di antaranya membawa-bawa atribut aparat saat bertransaksi.

a�?Jadi saya bisa memahami betul perasaan pak Kaling dan warga dengan kelakuan beberapa oknum itu,a�? ujarnya.

Wakapolres Kota Mataram I Made Baduarsa akan menindak tegas para pengedar yang tertangkap tangan berkeliaran dan melakukan transaksi lagi di tempat itu. a�?Seperti yang disampaikan kepala BNNP, kami tidak mau kompromi,a�? kata Baduarsa.

Dia mengungkapkan, anggota Babinkamtibmas, sudah diperintahkan memantau kondisi lingkungan ini. Aparat polisi berpakaian preman juga secara intens akan melakukan patroli wajib di lingkungan ini.

a�?Soal jaringan ya bisa saja ada kemungkinan yang bermain dari jaringan lokal, nasional, hingga internasional di sini,a�? tegasnya.

Karena itu, Baduarsa menegaskan pihaknya akan bekerja serius. Membebaskan kawasan tersebut dari pengaruh narkoba. Soal adanya keterlibatan oknum anggota polisi, ia mengatakan semua lapisan tidak ada yang steril dari pengaruh narkoba.

Kepala BNN Kota Mataram Nur Rahmat menegaskan kegiatan seremonial kemarin bukan yang terakhir. a�?Ini bukan akhir segalanya, tetapi awal segalanya,a�? jelas Nur.

Secara rutin minimal setiap minggu akan ada kegiatan di Karang Bagu. Ia mencontohkan seperti senam bersama pemerintah untuk mendekatkan warga dengan pemimpin. Lalu bimtek terhadap warga.

a�?Usulan ini datang dari warga langsung dan akan kita tindak lanjuti,a�? jelasnya.

Berbagai kegiatan positif akan digelar. Sehingga anak-anak muda tidak lagi menjadi pengangguran hingga akhirnya terjerumus ke perbuatan negatif. Tetapi mereka bisa lebih produktif dan menghasilkan. Yang pada akhinya diharapkan dapat menjauhkan mereka dari godaan obat-obat terlarang.

a�?Warga di sini baik-baik. Mereka sebenarnya sudah lelah dengan semua ini dang ingin berubah. Kami pun ingin fokus membantu sampai persoalan di sini tuntas,a�? tegasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost