Lombok Post
PELESIR

Lombok Barat Makin Agresif Garap Pariwisata Berkelanjutan

INDAH: Pantai Senggigi menjadi salah satu objek vital yang mendapatkan pengamanan serius dari petugas keamanan.

LOMBOK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), makin agresif membangun industri pariwisata.
Saat ini, Pemkab Lombok Barat sedang serius mengembangkan 14 desa wisata bercirikan pengembangan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism development (STD).

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Ispan Junaidi, desa-desa wisata itu menyimpan potensi yang beragam. Misalnya, Desa Wisata Senggigi yang memiliki karakter wisata pantai. Sementara itu, Desa Banyumulek terkenal dengan kerajinan gerabah.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”149″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ada pula Desa Narmada yang memiliki objek sejarah berupa permandian yang dipercaya bisa membuat seseorang awet muda.
Dia menambahkan, destinasi wisata tidak melulu pemandangan alam. Tangan-tangan kreatif penduduk lokal juga bisa menciptakan destinasi yang menarik minat wisatawan.

a�?Ada tiga aspek utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Yakni, mendorong kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan peningkatan aspek ekonomi untuk masyarakat di desa wisata,a�? kata Ispan, Selasa (24/10).

Dia mencontohkan kreativitas warga Desa Wisata Sesaot, Kecamatan Narmada.
Setelah Sesaot ditetapkan sebagai desa wisata pada 2015 lalu, warga lokal mengambil langkah kreatif menjadikan daerahnya destinasi yang nyaman bagi wisatawan.

Kreativitas warga Desa Sesaot pun memberikan banyak dampak positif. Salah satunya menekan angka penebangan liar di desa yang berdampingan dengan kawasan hutan lindung itu.

Dampak positif lainnya adalah tingkat penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi.
“Masyarakat Sesaot juga mulai sadar lingkungan. Selain itu, desa wisata ini mampu menyerap 177 tenaga kerja,” imbuh Ispan.

Dia menambahkan, berkat kreativitas warga, Desa Sesaot kini sering dikunjungi wisatawan. Sebanyak 400-500 wisatawan berkunjung ke Desa Sesaot.
Perputaran uang di desa wisata itu juga menggiurkan. Dalam sebulan, uang yang berputar mencapai Rp 200 juta.

Meski begitu, Dinas Pariwisata menyadari tak bisa berjalan sendirian. Dinas Pariwisata Lombok Barat tetap membutuhkan kerja sama pihak lain. Misalnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Kehutanan.

Di sisi lain, Pemkab Lombok Barat juga sedang menggodok peraturan daerah (perda) tentang pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Jika terwujud, Lombok Barat akan menjadi kabupaten pertama yang memiliki perda itu.
“Perda ini menjadi satu-satunya di Indonesia. Kami targetkan selesai 2017. Sebentar lagi diketok,a�? kata Ispan yang dibenarkan Kadispar NTB Lalu Faozal.

Dinas Pariwisata Lombok Barat juga telah membentuk staf sustainable tourism action plan agar pengembangan pariwisata berkelanjutan bisa berjalan maksimal.
Unit tersebut terdiri atas dinas terkait, kepolisian, kepala desa, hingga kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Dalam tiga tahun ini, Menpar Arief Yahya menyebut, Kemenpar berkolaborasi dengan UNWTO -United Nation World Tourism Organisation, untuk mengembangan STO, sustainable tourism observatory. a�?Tepatnya di Pangandaran Jawa Barat, Kulon Progo Jogja dan Mataram NTB,a�? kata Arief Yahya.

Di Jawa Barat bekerjasama dengan unsur A (Academician) ITB Bandung. Di Jogjakarta melibatkan UGM, dan di NTB bersama Universitas Mataram. a�?Kita harus menggunakan global standard, agar menjadi global player,a�? ujar Arief Yahya.

Menpar Arief berpandangan, bahwa natural maupun cultural itu harus lestari. Harus sustainable, agar bisa menjadi sumber devisa yang tak ada hentinya, justru berkembang meluas. Karena itu, ada istilah yang populer disampaikan menteri asal Banyuwangi ini. a�?Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,a�? tutur Arief Yahya.
(*)

Berita Lainnya

Juara Lagi, NTB Raih Destinasi Wisata Halal Terfavorit 2018

Redaksi Lombok Post

Pascagempa, Malaysia Bantu Pemulihan Pariwisata NTB

Redaksi Lombok Post

Bandini Riverside Cottage, Sensasi Ketenangan Jadi Suguhan Utamanya

Redaksi Lombok Post

Nanang Samodra Melenggang ke DPR RI

Redaksi Lombok Post

Diboyong Kemenpar, JFC Sukses Pikat Hati Travel Bloger Asal Dubai

Redaksi Lombok Post

Fitri Carlina Ceritakan Pariwisata Banyuwangi Lewat Video Clip Terbarunya

Redaksi Lombok Post

Ini Dia Dukungan BRI untuk ViWI 2018 di Rakornas IV Pariwisata

Redaksi Lombok Post

Halaltraveling, Halalkan Gaya Hidupmu

Redaksi Lombok Post

NTT Expo 2017, Happy Ending Crossborder Atambua 2017

Redaksi Lombok Post