Lombok Post
Metropolis

Ini a�?Jalan Tola�? Jadi Polisi

JALIN KERJA SAMA: Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito menandatangani MoU dengan Kapolres Mataram AKBP Muhammad SIK, di Pendopo Wali Kota Mataram, Senin (30/10). Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAMa��Anggapan jadi anggota polisi mustahil tanpa biaya mahal, berusaha diperbaiki institusi kepolisian. Senin (30/10) kemarin, Polres Mataram menandatangani MoU dengan Pemerintah Kota Mataram.

Kerja sama ini membuka peluang bagi siswa berprestasi di Kota Mataram untuk jadi anggota polisi melalui a�?jalan tola�?. Selama memiliki rekam pendidikan yang baik di Sekolah Menengah Atas (SMA), mereka bisa masuk menjadi anggota polisi, tanpa biaya alias gratis.

a�?Dengan MoU ini Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olah Raga bisa menginventarisir anak muda yang ingin menjadi anggota Polri,a�? kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad SIK.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ditegaskan Muhammad, dengan adanya MoU ini bukan berarti para siswa berprestasi, bisa langsung menjadi anggota polisi. Tetapi, mereka tetap harus mengikuti serangkaian tes kesehatan jasmani dan rohani.

a�?Tetapi kalau memang mereka bibit-bibit bertalenta, kenapa tidak lulus. Dari pada orang luar daerah yang masuk,a�? ujarnya.

Setelah MoU ini ditandatangani, pihak polres selanjutnya akan mendatangi sekolah-sekolah di Kota Mataram. Lalu mengundang anak-anak itu untuk bergabung sebagai anggota polisi.

a�?Terserah mau masuk Akpol, Bintara, Tamtama, Brigadir,a�? tegasnya.

Muhammad tak menampik selama ini ada anggapan yang menyebutkan kalau tidak nyogok sulit menjadi anggota polisi. Tetapi dengan tegas Muhammad mengatakan, selama siswa-siswi tersebut sehat jasmani dan rohani dan berprestasi pasti di terima.

a�?Apalagi ranking satu, masa kita tolak,a�? tegasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengapresiasi kerja sama ini. Eko meyakini MoU ini membuka peluang bagi siswa berprestasi untuk menjadi anggota polisi.

a�?Kita nanti bisa perkuat kapasitas anak didik melalui pembinaan di Dinas Pendidikan,a�? kata Eko.

Bahkan dirinya tidak mempersoalkan, jika proses pembinaan itu pada akhirnya akan berdampak pada anggaran di Dinas Pendidikan semakin bertambah. a�?Sepanjang itu relevan dan dibutuhkan, kenapa tidak kita anggarkan. Toh ini untuk putra-putri kita,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost