Metropolis

Ini Waktunya Persiapkan SDM untuk KEK Mandalika

MATARAM-Beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi peluang terbuka bagi semua. Mereka yang berminat bekerja di sektor pariwisata harus menyiapkan diri. Termasuk lembaga-lembaga pendidikan, diharapkan menyiapkan SDM yang berkualitas.

Menurut Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi, sebelum hotel-hotel dibangun. Inilah kesempatan untuk menyiapkan SDM. Tapi Ia yakin pada akhirnya lowongan di KEK Mandalika akan diisi putra purti asal NTB.A� Telebih semua lembaga pendidikan sedang bergerak ke pasar Mandalika.

Ia yakin, di tangan generasi muda itulah masa depan pariwisata NTB akan ditentukan. a�?Itu semua dalam proses,a�? kata TGB.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Jika di KEK Mandalika ada satu dua tenaga dari luar, Itu harus dimaknai sebagai proses transfer pengalaman dan pengetahuan. Tidak perlu diresahkan. Karena bagaimana pun pasar saat ini terbuka, dan semua harus siap bersaing.

Terkait direktif presiden untuk menghijaukan kawasan dan menata pasar cinderamata, TGB mengatakan, semua perintah itu sudah ditindaklanjuti. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian BUMN. Pihaknya mengupayakan agar pedagang tradisional mendapatkan tempat khusus di kawasan tersebut.

Terpisah, Ketua Sekolah Tinggi PariwisataA� (STP) Mataram I Putu Gede mengungkapkan, dalam setahun, paling banyak bisa meluluskan 200 orang mahasiswa. Dari sisi jumlah memang sedikit, karena terbentur keterbasan tenaga dosen.

Dimana satu dosen berbanding 45 mahasiswa. Tidak boleh lebih. Jika menerima lebih malah akan dikasi sanksi. Bahkan kampus bisa ditutup. Kecuali yang jurusan Diploma I, bisa menerima mahasiswa tidak terbatas.

a�?Jurusan yang ada adalah perhotelan dan perjalanan pariwisata,a�? kata Putu Gede.

Menurutnya, untuk kesiapan SDM perhotelan, NTB tidak kekurangan. STP sudah menyiapkan sejak dahulu. Hanya saja, sebagian besar lulusan STP tidak mau kerja di KEK Mandalika, sebagian besar mereka berkerja ke luar. Itu disebabkan KEK Mandalika belum ada kepastian. Akhirnya mereka memilih mencari pengalaman di luar.

a�?Tenaga yang diperlukan di Mandalika saat ini adalah yang ahli di bidang infrastruktur. Belum ada kebutuhan perhotelan.a�?

Tapi untuk kebutuhan SDM, ke depan pihaknya akan menyiapkan. Bahkan kini, STP telah membuka program S1. Lulusannya tidak hanya menjadi pekerja bidang operasional, tetapi sudah bekerja di level lebih tinggi. Seperti manajemen dan supervisor di bidang tertentu.

a�?Tenaga itu yang kurang kita sekarang, kalau tenaga operasional sudah banyak,a�? tegasnya.

Pada level tenaga operasional hampir tidak ada masalah. Tetapi pada tataran manajemen lebih banyak tenaga dari luar. Lulusan dari perguruan tinggi luar. Hal itu bisa dilihat pada level manajemen hotel, sangat minim putra NTB. a�?Kalaupun ada tapi sedikit,a�? ungkapnya.

Putu menjelaskan, kualifikasi pendidikan sangat penting. Sebab dari sisi kemampuan, tenaga daerah kita tidak kalah. Tapi yang dibutuhkan adalah mereka berpendidikan tinggi. Ke depan mereka yang memiliki kualifikasi pendidikan tinggi yang akan diterima.

Jumlah mahasiswa program S1 reguler saat ini baru diterima 38-40 orang. Sementara nonreguler banyak yang minat. Tapi belum dibuka. a�?Kalau sudah akreditasi B baru berani kita buka lebih banyak,a�? jelasnya.

Kepada pemerintah, Putu menyarankan agar pemerintah melatih masyarakat lokal di sekitar KEK Mandalika. Diberikan pelatihan yang benar-benar, jangan sekedar memberikan pelatihan biasa. Tapi tidak ada hasil yang jelas.

Maka, lanjutnya, lembaga pelatihan harus benar-benar profesional. Tujuannya agar masyarakat sadar wisata. Kemudian mereka juga perlu diberikan sertifikat kompetensi. a�?Dengan begitu mereka bisa berpartisipasi dalam pembangunan itu,a�? saran Putu. (ili/r5)

Related posts

Akhir Tahun Harus 100 Persen

Redaksi Lombok post

Gubernur Ajak Saling Memaafkan

Iklan Lombok Post

Dewan a�?Intipa�? Proyek Osamtu

Redaksi Lombok post