Lombok Post
Headline Metropolis

Pemberian Gelar Pahlawan Tinggal Tunggu Presiden

BAHAS MAULANASYAIKH: Anggota TP2GN Dr Sudarnoto Abdul Hakim (tiga dari kanan) saat menemui Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik, di kantor Dinas Sosial NTB, kemarin (31/10).

MATARAM-Setelah Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Nasional (TP2GN) datang meninjau. Kini tinggal menunggu keputusan presiden, yang akan meneken pemberian gelar pahlawan nasional kepada almagfurlah TGKH M Zainuddin Abdul Madjid. Rencananya, pengumuman akan akan dilakukan 9 November mendatang, sebelum peringatan hari pahlawan.

Anggota TP2GNA� Dr Sudarnoto Abdul Hakim kepada Lombok Post mengatakan, dalam kunjungannya sejak Senin lalu, ia bertemu dengan gubernur, kemudian mengunjungi keluarga Maulanasyeikh di Lombok Timur. Setelah itu meninjau Yayasan NW dan berziarah ke makam Maulanasyeikh.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Saya ke sini atas nama tim memang ingin melihat antusiasme masyarakat,a�? kata Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, kemarin (31/10).

Ia menilai, spirit dan doa masyarakat NTB sangat luar biasa, mendoakan agar Maulanasyeikh diberi gelar pahlawan. Hal itu terlihat dari spanduk, baliho, pemberitaan di media massa dan diskusi dengan tokoh-tokoh yang ditemui NTB.

Ia menyimpulkan, sangat beralasan masyarakat NTB mengharapkan Maulanasyeikh menjadi pahlawan nasional. a�?Sangat dipahami, apalagi belum ada pahlawan nasional di NTB ini,a�? ujar Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI itu.

Meski demikian, Ia belum berani memastikan gelar tersebut diberikan. Karena secara resmi akan diputuskan Presiden Joko Widodo, dan diumumkan 9 November. Artinya tahapan masih ada, hasil kajian TP2GN akan diserahkan ke dewan nasional, nanti proses akhirnya di tangan presiden. a�?Kita tungggu dan berdoa bersama,a�? imbuhnya.

Ia mengaku telah membaca seluruh naskah yang diserahkan Pemprov ke TP2GN. Menurutnya, dokumen yang dikumpulkan, dari sisi akademis dan historis sudah bisa dipertanggungjawabkan. Tapi masih ada beberapa kekurangan. Misalnya, Maulanasyeikh pernah berkirim surat ke Mesir. Menurutnya itu dokumen penting yang perlu dimasukkan.

Sudarnoto mengusulkan, agar ke depan dibentuk Maulana Center diintergariskan dengan museum, dan pusat studi yang bisa dikembangkan menjadi pusat wisata religius. Sehingga selain dipelajari para peneliti, dinikmati masyarakat. Dengan adanya Maulanasyeikh Center itu, kajian-kajian tentang pemikirannya akan berkembang. Artinya secara akademik maupun secara sosial agama akan memberikan manfaat. a�?Juga wisata,a�? saran Dosen Sejarah Asia Tenggara UIN Syarif Hidayatullah itu.

Salah satu usulan yang menarik menurutnya adalah penggunaan nama Maulanasyeikh menjadi nama Bandara Lombok. Penggunaan nama pahlawan sebagai nama bandara bertujuan agar putra-putri NTB, dan masyarakat secara luas tahu jasanya. Hal serupa juga sudah dilakukan di tempat lain. a�?Usulan itu bagus, saya sangat setuju,a�? katanya.

Penggunaan nama Bandara Internasional Tuan Guru Zainuddin menurutnya sangat bagus. Kata a�?Tuan Gurua�? mencerminkan identitas masyarakat Lombok. Karena hanya di NTB menggunakan istilah Tuan Guru.

Selain itu, penggunaan nama pahlawan menjadi nama bandara akan memberikan gambaran, bahwa NTB sudah menjadi bagian dari anggota masyarakat internasional. a�?Tamu-tamu dari luar juga akan tahu,a�? ujar peneliti Malaysia itu.

Bahkan menurutnya, tidak hanya nama bandara, nama jalan utama juga bisa menggunakan nama pahlawan. Baginya hal itu bukan sesuatu yang tidak mungkin, bahkan lumrah di daerah lain.A� a�?Ini akan memerikan kekuatan yang sangat penting,a�? katanya.

Sementara itu, Ketua TP2GD Provinsi NTB H Rosiady Sayuti mengatakan, saat ini pemprov terus berdoa agar hasilnya positif, presiden memutuskan gelar pahlawan nasional bagi Maulanasyeikh. Hasil kunjungan TP2GN ke NTB menurutnya cukup positif, sehingga ia optimis gelar itu bisa didapatkan.

a�?Tentu (keputusan) di presiden, dari sembilan atau 10 yang diusulkan, berapa yang akan di-SK-kan presiden,a�? kata Rosiady.

Terkait adanya usulan pergantian nama bandara, dari LIA menjadi Bandara Internasional Tuan Guru Muhammad Zainuddin pemprov menyambut positif. Tapi saat ini tidak bisa dibahas, karena harus menuggu pengumuman resmi dari pemerintah. a�?Karena dimana-mana nama bandara menggunakan nama pahlawan mereka,a�? tandasnya.

Bahkan Wakil Ketua DPRD NTB TGH Mahalli Fikri mengusulkan, nama bandara menjadi Zainuddin Abdul Madjid International Airport (ZAMIA). Menurutnya, nama itu cukup bagus, baik dari singkatan maupun penyebutannya lebih mudah. Nama itu juga sudah beredar di tengah masyarakat. a�?Penggunaan namaA� beliau menjadi nama bandara sangat pantas,a�? tegasnya.(ili/r5)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost