Lombok Post
Headline Selong

PBB Tak Dukung Kader Sendiri di Pilkada Lotim

H Machsun Ridwainnny

SELONG-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB telah mengeluarkan SK Rekomendasi untuk mengusung pasangan HM Sukiman Azmy-H Rumaksi (SUKMA) di Pilkada 2018 mendatang. Namun hal iniA� menyisakan pertanyaan mengingat dalam Pilbup ini, PBB memiliki kader yang akan maju. Dia adalah H Machsun Ridwainny yang akan mendampingi H Haerul Warisin dalam paket HARUM.

Namun demikian, Sekretaris DPC PBB H Zuhri memberi penjelasan mengenai sikap PBB tidak mengusung kadernya sendiri.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

“Awalnya kami sangat menginginkan kader sendiri karena amanat partai seperti itu. Cuma kan ada proses rekruitmen, pada tahapan inilah beliau tidak melengkapi persyaratan,” beber Zuhri kepada Lombok Post.

Menurutnya pasangan HARUM tidak melengkapi berkas penyampaian visi-misi dalamA� pendaftarannya. Dimana, berkas visi-misi ini sendiri dikatakan merupakan syarat wajib bagi semua pasangan bakal calon yang ingin diusulkan ke DPP.

“Tetapi sampai dengan batas akhir pendaftaran. Dari dua paket yang mendaftar hanya satu paket yang melengkapi,” ungkap anggota Komisi I DPRD Lotim tersebut.

Sehingga para pengurusA� di DPC memiliki pemikiran, H Machsun tidak serius maju menggunakan partai sendiri. Karena, meski diberikan perpanjangan waktu untuk melengkapi berkas visi-misinya, ia tak juga melengkapinya. “Sejujurnya tidak diusulkannya beliau bukan persoalan elektabilitas atau yang lainnya. Kami juga sadar beliau punya elektabilitas dan akan membesarkan partainya,” ujarnya.

“Jadi ini bukan karena suka atau tidak suka. Saya sendiri sebenarnya meminta dua pasangan yang mendaftar di PBB yakni SUKMA dan HARUM diusulkan ke DPP. Tapi kan keputusan DPC berbeda karena ada mekanisme yang memang harus dilalui siapapun, bukan hanya HARUM,” tegasnya.

Meski PBB mengaku tidak diberikannya dukungan kepada kadernya hanya persoalan kelengkapan administrasi pendaftaran, namun H Machsun membeberkan alasan berbeda. Ia justru mengungkapkan, skenario dukungan pada SUKMA memang telah disiapkan sejumlah pengutus PBB.

“Makanya saya dari awal memang tidak pernah mau diusung PBB,” akunya kepada wartawan dalam konferensi pers di kediamannya Desa Paok Motong belum lama ini.

Ada upaya sejumlah pengurus partai di DPC yang dikatakan mencoba membelokkan arah dukungan kepada figur non kader. Sehingga, meski mendaftar ia sudah mengetahui bahwa dirinya memang tidak akan mendapat dukungan.

“Saya mendaftar hanya sebagai formalitas karena saya ini kan kader. Tadinya saya berpikir untuk besarnya PBB ke depan saya berharap akan didukung. Tapi ternyata mereka hanya mementingkan keuntungan sesaat,” sesalnya. “Kecewa sih kecewa. Tapi nggak apa-apa saya masih bisa pakai partai lain,” imbuhnya.

Alasan tidak lengkapnya berkas visi-misi dinilainya hanya alasan klise. Karena, visi misi itu sendiri dinilai merupakan program yang akan menjadi janji kepada masyarakat. Bukan sekadar surat yang tidak memiliki makna. Sehingga harus hati-hati dan dipikirkan dengan matang bagaimana menyusunnya.

“Visi-misi itu adalah janji kepada masyarakat. Kami nggak mau jadi pejabat bohong. Kalau gara gara visi misi kami belum laporkan kemudian tidak didukung ya nggak masalah,” ungkapnya.

Hanya saja ia mengaku ada skenario yang memang jauh sebelumnya disiapkan untuk dukungan pasangan Sukma. Sehingga, pendaftaran hanya sebatas formalitas belaka. “Tapi saya tidak menganggap PBB kacang lupa kulitnya, saya masih bisa pakai partai lain,” bebernya.

Saat ini, pasangan Harum mengaku telah mengantongi sepuluh kursi persyaratan untuk maju di Pilkada Lotim. Namun H Machsun untuk sementara memilih merahasiakan partai mana saja yang dimaksud.

“Yang jelas saya sudah mengantongi sepuluh kursi. Itu sudah final, meskipun tidak ada SK tapi kami sudah bangun komitmen,” yakin pria yang juga anggota DPRD Provinsi NTB tersebut.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun Lombok Post, sepuluh kursi dukungan yang siap digunakan maju di Pilkada Lotim 2018 mendatang adalah PAN dan Gerindra. Hal tersebut diakui oleh Ketua DPC PAN Lotim H Ridwan Bajeri. “Kami sudah final di DPP untuk mengusung pasangan HARUM. PAN bersama Gerindra itu sudah final,” beber Wakil Ketua DPRD Lotim tersebut. (ton/r2)

 

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost