Lombok Post
Headline Metropolis

Dua Ummi ke Istana Terima Penghargaan Pahlawan Nasional Maulanasyeikh

MATARAM-Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Almagfurullah TGKH Zainuddin Abdul Madjid tinggal menunggu hari. Secara resmi, pihak Istana telah mengundang ahli waris Almagfurullah untuk hadir menerima anugerah tersebut di Istana Negara, 9 November 2017.

Ummi Hj Sitti Rauhun dan Ummi Hj Sitti Raihanun, dua putri Almagfurullah dipastikan hadir memenuhi undangan Istana tersebut. Selain ahli waris, pihak yang diundang dalam penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tersebut adalah TGB HM Zainul Majdi beserta istri, selaku pimpinan daerah.

Kepastian kehadiran di Istana Negara disampaikan dikonfirmasi langsung Ummi Hj Sitti Rauhun melalui pesan singkat kepada Lombok Post, kemarin (6/11). Rencananya, putri tertuanya, Hj Sitti Rohmi Djalilah juga akan mendampingi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”portfolio” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Sementara itu, Ummi Hj Sitti Raihanun bahkan kemarin sudah lebih dulu berada di Jakarta. Kepastian tersebut disampaikan putranya, yang juga Ketua Dewan Musytasar PBNW TGH L Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni. Gede Sakti, sapaan L Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni, yang juga cucu Almagfurullah Maulanasyeikh, turut mendampingi Ummi Raihanun di Jakarta.

Sampaikan Terima Kasih

Terkait anugerah gelar Pahlawan Nasional ini, Ummi Hj Sitti Rauhun mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada semua pihak yang memberikan dukungan.

“Yang pertama tentu rasa syukur pada Allah SWT atas anugerah kepahlawanan pada Almaghfurullah,a�? katanya.

a�?Kami selaku keluarga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan terima kasih yang setulusnya pada masyarakat NTB,” ujarnya melanjutkan.

Kepada sejumlah organisasi, Ummi Rauhun juga menyampaikan ucapan terima kasihnya. Dia menegaskan, tidak hanya jamaah Nahdlatul Wathan, dukungan dirasakannya juga mengalir dari jamaah Nahdlatul Ulama (NU),A� Muhammadiyah dan organisasi masyarakat lainnya.

Dukungan ini dinilai sangat berarti karena menambah nilai-nilai perjuangan dan kepahlawanan Maulanasyeikh yang didukung berbagai Ormas. Gelar pahlawan nasional ini juga menurutnya tidak lepas dari perjuangan Pemprov NTB dan pemerintah kabupaten/kota di NTB.

“Saya hanya berharap semoga dengan dianugerahinya beliau sebagai Pahlawan Nasional, kita bisa meneladani perjuangan yang telah dicontohkan,” ujarnya.

Secara terpisah, Hj Sitti Rohmi Djalilah yang merupakan cucu Almagfurullah Maulanasyeikh kepada Lombok Post juga memastikan dirinya akan bertolak ke Jakarta juga untuk mendampingi Ummi Rauhun.

“Ummi dan saudara beliau Bibi Raihanun sebagai ahli waris yang diundang. Kalau saya hanya menemani beliau saja,” terang Rohmi.

Bagi Rohmi, Maulanasyeikh adalah sosok idolanya yang ia kagumi sampai kapanpun. “Setiap langkah, lisan, pemikiran serta karya beliau menginspirasi dan patut dicontoh. Menjadi cucu beliau adalah anugerah bagi saya,” ungkap kakak Gubernur NTB tersebut.

Nama besar Maulanasyeikh dikatakannya menjadi pengingat bahwa ia bersama saudara dan seluruh keluarganya harus melakukan yang terbaik. Terus belajar dan memberi manfaat danA� kebaikan di masyarakat danA� dimanapun ia berada.

“Pesan beliau kepada saya yang paling saya ingat adalah agar mencari dan menuntut ilmu yang barokah. Ilmu yang bermanfaat,” ucapnya.

a�?Karena membangun umat tidak hanya melalui ilmu agama,A� tapi melalui berbagai disiplin ilmu. Yang terpenting bagaimana agar ilmu yang kita miliki bisaA� memberi manfaat dan kebaikan bagi umat, bangsa dan agama,” tambahnya.

Rasa syukur yang berlipatganda juga disampaikan L Gede Sakti. a�?Kami bersyukur atas gelar yang diberikan kepada ninikda Maulanasyeikh,a�? katanya pada Lombok Post.

Gelar Pahlawan Nasional itu kata dia, merupakan bukti bahwa selama hidupnya, Almagfurullah Maulanasyeikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid telah berjuang di masa penjajahan.

Rektor UNW Mataram tersebut menegaskan, perjuangan yang dilakukan oleh Maulanasyeikh tidak hanya dirasakan pada saat beliau masih hidup. Akan tetapi sampai saat ini, wujud dari perjuangan tersebut masih bisa dirasakan.

a�?Yakin, ikhlas, dan istiqomah merupakan kata kunci dalam perjuangannya,a�? kata Gede Sakti.

Gede Sakti berharap agar wujud rasa syukur diberikannya gelar Pahlawan Nasional kepada Maulanasyeikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid bisa menjadi semangat baru bagi para pemuda NTB untuk terus melanjutkan apa yang telah dengan ikhlas diperjuangkan oleh Almagfurullah.

Sementara itu, Ketua pimpinan wilayah pemuda NW NTB M Zainul Fahmi juga menyampaikan luapan rasa syukur. Rencananya akan digelar Nahdlatul Wathan Bershalawat di Mataram menyambut penganugerahan tersebut.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan apel dan parade yang di Kota Mataram. Kegiatan tersebut rencananya digelar pada 8 November 2017.

A�Ahli Waris Terima Pembekalan

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik mengatakan, sebelum penganugerahan gelar di Istana Negara, pada tanggal 8 November, ahli waris terlebih dahulu akan menerima pembekalan dari Kementerian Sosial dan Sekertariat Militer Kepresidenan di Jakarta.

Sesuai dokumen tertulis yang beredar kemarin, bersama Maulanasyeikh, tiga tokoh lainnya akan mendapat penganugerahan gelar Pahlawan Nasional. Mereka adalah Laksamana Malahayati dari Aceh, Lafran Pane dari Yogyakarta, dan Sultan Mahmud Riayat Syah (Sultan Mahmud Syah III) dari Kepulauan Riau.

Ahsanul mengatakan, dengan gelar Pahlawan Nasional kepada Maulanasyeikh ini, maka NTB diakui memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Untuk mendukung itu semua, Dinas Sosial telah menyiapkan buku tentang sejarah perjuangan Maulanasyeikh. Selain itu juga akan diadakan pameran di Museum dengan menampilkan dokumen perjuangan Maulanasyeikh.

a�?Kita juga akan mengusulkan agar masuk dalam muatan lokal, tentang semangat perjuangan tokoh-tokoh NTB,a�? ujarnya.

Sementara terkait pengusulan nama bandara menggunakan TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, pihaknya masih menunggu arahan Gubernur NTB. Sebab, yang terpenting saat ini adalah pemberian gelar pahlawan terlebih dahulu.

Terpisah, Anggota Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Nasional (TP2GN)A� Sudarnoto Abdul Hakim kepada Lombok Post mengatakan, ia menyambut gembira kabar akan ditetapkannya Maulanasyeikh sebagai pahlawan nasional. Semuanya baru akan resmi setelah diumumkan tanggal 9 November oleh presiden di Istana Negara.

Menurut Sudarnoto, pemberian gelar pahlawan ini bukan yang terakhir. Ia menyarankan agar pemerintah terus menggali aspirasi masyarakat tentang calon pahlawan lainnya. Dosen UIN Syarif Hidayatullah itu yakin masing-masing daerah di Indonesia punya tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan.

Tinggal menunggu usulan dari masyarakat. Semangat menggali peran kepahlawanan penting. A�a�?Untuk menunjukkan banyak tokoh yang berkontribusi besar bagi bangsa ini,a�? ujarnya.

Bagi kaum akademisi dan cendikiawan, penetapan gelar pahlawan Maulanasyeikh menjadi penting, agar mereka terus melakukan kajian mendalam, riset-riset secara lengkap tentang peran para tokoh. a�?Hasil riset ini untuk menggali nilai luhur yang dilakukan para tokoh dalam membangun masyarakat,a�? ujarnya.

Ia memandang, semangat perjuangan Maulanasyeikh harus ditularkan untuk memperkuat pendidikan karakter di kalangan generasi muda. Perjuangannya membangun pendidikan menjadi teladan yang perlu ditiru.

Selanjutnya, untuk memperkenalkan pahlawan pada dunia luar, maka penamaan bandara menggunakan nama TGKH M Zainuddin Abdul Madjid sangat penting. Bahkan tidak hanya bandara, jalan-jalan protokol juga perlu diganti menggunakan nama Maulanasyeikh.

Di samping itu, Sudarnoto juga mengusulkan agar dibentuk pusat study Maulanasyeikh di Islamic Center NTB, yang diintegrasikan dengan wisata religius dan muesum. Dan masih banyak hal yang bisa dilakukan. Terlepas dari itu semua, pesan yang paling penting adalah masyarakat NTB harus melandasi pembangunan dengan nilai-nilai agama dan kearifan lokal.

a�?NTB maju modern dengan tetap mendasari pada nilai-nilai keluhuran agama, seperti yang ditunjukkan Maulanasyeikh,a�? tandasnya. (ton/cr-tih/ili/r8)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost